Tiga Titik Longsor Putus Akses ke Koto Rawang, Satu Jembatan Hanyut Diterjang Banjir

Jumat, 08 Mei 2026 - 09:06:14 WIB - Dibaca: 139 kali

Petugas BPBD Merangin bersama warga meninjau lokasi longsor yang memutus akses jalan menuju Desa Koto Rawang, Kecamatan Jangkat.
Petugas BPBD Merangin bersama warga meninjau lokasi longsor yang memutus akses jalan menuju Desa Koto Rawang, Kecamatan Jangkat. (teguh/kominfo merangin)

JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN – Akses jalan menuju Desa Koto Rawang, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, lumpuh total akibat longsor yang terjadi di tiga titik berbeda, Kamis (7/5). Selain longsor, satu jembatan penghubung dilaporkan hanyut terbawa arus banjir.

Informasi dari pemerintah desa dan warga setempat menyebutkan, material longsor menutup seluruh badan jalan sehingga kendaraan tidak dapat melintas. Kondisi jalan yang berlumpur dan licin juga menyulitkan upaya warga untuk melintasi jalur tersebut.

Pemerintah Kabupaten Merangin melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah turun langsung ke lokasi untuk memantau kondisi akses jalan menuju desa tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Merangin, Muhamad Sahiri, mengatakan hasil pengecekan tim di lapangan menemukan tiga titik longsor dengan panjang material mencapai sekitar 100 meter.

“Jadi menurut tim kami, tiga titik longsor tersebut panjangnya sekitar 100 meter. Material longsor menutup penuh badan jalan, sehingga jalannya sama sekali tidak bisa dilalui. Kondisi jalan juga berlumpur dan sangat licin,” ujar Muhamad Sahiri.

Peninjauan dilakukan bersama Sekretaris BPBD Merangin Hendri Putra, staf BPBD Ilpan Rianto, Camat Jangkat, Kepala Desa Lubuk Pungguk, tokoh masyarakat Desa Koto Rawang, dan Wakapolsek Jangkat.

Sekretaris BPBD Merangin Hendri Putra menambahkan, kerusakan juga terjadi pada jembatan penghubung yang hanyut diterjang banjir sehingga akses warga semakin terisolasi.

“Jembatan itu tidak hanya putus, tapi habis nian dibawa arus, sehingga perlu dibangun jembatan darurat, untuk menormalkan akses jalan menuju Desa Koto Rawang tersebut,” terang Hendri Putra.

Sementara itu, Dinas PUPR Merangin dikabarkan segera menurunkan alat berat ke lokasi untuk membersihkan material longsor dan membuka kembali akses menuju desa yang dihuni sekitar 250 jiwa tersebut. (San)





BERITA BERIKUTNYA