JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tebo mulai mempersiapkan proses lelang proyek peningkatan ruas jalan sepanjang sekitar 7 kilometer yang akan dibiayai melalui pinjaman dana daerah dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) senilai Rp46 miliar.
Meski hingga kini Pemerintah Kabupaten Tebo dan PT SMI belum melaksanakan akad atau penandatanganan resmi pinjaman, tahapan administrasi dan persiapan proyek sudah mulai berjalan. Dalam waktu dekat, dokumen lelang proyek tersebut akan segera diserahkan ke Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tebo melalui Kepala Bidang Bina Marga, Nusa Suryadi, mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan finalisasi dokumen lelang sekaligus penyesuaian harga akibat fluktuasi bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak pada biaya pekerjaan konstruksi.
“Kami sedang mempersiapkan dokumen lelang proyek jalan yang dibiayai dari pinjaman PT SMI. Saat ini juga dilakukan koreksi terhadap kenaikan harga BBM yang cukup mempengaruhi harga material dan biaya pekerjaan di lapangan,” ujar Nusa Suryadi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (12/5/2026).
Menurut Nusa, salah satu komponen yang cukup mempengaruhi perhitungan proyek adalah harga solar industri yang saat ini mengalami kenaikan cukup tinggi. Kondisi tersebut membuat pihaknya harus melakukan penyesuaian terhadap harga satuan dalam perencanaan proyek.
“Contohnya harga solar industri sekarang sudah mencapai sekitar Rp35.550 per liter. Tentu ini berpengaruh terhadap harga bahan dan operasional pekerjaan konstruksi. Karena itu kami lakukan koreksi terhadap perencanaan sebelumnya yang masih menggunakan harga lama,” jelasnya.
Meski demikian, Nusa menegaskan secara umum tidak ada perubahan besar terhadap rencana proyek peningkatan jalan tersebut. Penyesuaian hanya dilakukan pada aspek harga dan kemungkinan sedikit pengurangan panjang penanganan jalan.
“Pada dasarnya perencanaannya tetap sama, hanya penyesuaian harga saja. Kalau terjadi kenaikan harga material dan BBM, mungkin panjang jalan yang ditangani sedikit berkurang, kemungkinan sekitar 100 meter dari target awal 7 kilometer. Namun pengurangannya tidak signifikan,” katanya.
Ia menambahkan, proses persiapan lelang kini sudah memasuki tahap akhir. Pemerintah daerah menargetkan proyek tersebut segera tayang di LPSE pada pertengahan Mei 2026 agar proses tender dapat segera dilaksanakan.
“Kami saat ini fokus menyelesaikan seluruh persiapan administrasi dan dokumen teknis. Mudah-mudahan pertengahan Mei ini sudah bisa tayang lelang di LPSE,” tutup Nusa. (DVD)
Tebo Matangkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Bupati: Tingkatkan Mutu Pendidikan
PT PMB Launching Kantor Pemasaran di Tebing Tinggi, Salurkan CSR dan BPJS Ketenagakerjaan
Rizky Ramadhani Ditemukan Meninggal di Sungai Batanghari Setelah 11 Hari Pencarian
Diduga Tak Layani Pasien Darurat, RS Setia Budi Disebut Utamakan Surat Rujukan
Angkatan Kerja di Jambi Menurun pada Februari 2026, Pengangguran Justru Turun Signifikan
Ombudsman Jambi Klarifikasi Isu Siswa MTs Laboratorium Tak Bisa Ikut Ujian karena Tunggakan SPP
HKTI Jambi Soroti Konflik Pertanahan, Minta Kepastian Hukum untuk Petani