JAMBIPRIMA.COM, JAKARTA — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus mendorong penguatan ekonomi keluarga sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan nasional. Komitmen itu diwujudkan melalui kegiatan Training for Trainer bertema Kebangkitan Ekonomi Keluarga Pilar Kebangkitan Nasional yang digelar di Kantor DPTP PKS, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Bidang Perempuan dan Keluarga DPP PKS bekerja sama dengan Bidang Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kreatif. Pelatihan ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas kader dan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi keluarga berbasis kewirausahaan.
Ketua DPP PKS Bidang Perempuan dan Keluarga, Eko Yulliarti Siroj, mengatakan momentum Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat bahwa kebangkitan bangsa tidak hanya ditentukan oleh sektor makro ekonomi, tetapi juga bertumpu pada kekuatan keluarga.
Menurutnya, keluarga yang mandiri dan memiliki ketahanan ekonomi akan menjadi fondasi penting dalam menopang pembangunan nasional.
“Hari ini kita mengangkat tema kebangkitan ekonomi keluarga sebagai pilar kebangkitan nasional. Momentum Hari Kebangkitan Nasional ini menjadi pengingat bahwa kebangkitan bangsa juga lahir dari keluarga-keluarga yang kuat secara ekonomi,” ujar Eko dalam sambutannya.
Ia menilai peran perempuan sangat strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Hal itu terlihat dari kontribusi konsumsi rumah tangga yang masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Kalau kita melihat data, konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang terbesar ekonomi nasional. Artinya, jika ibu-ibu tidak berbelanja selama seminggu saja, maka perekonomian nasional bisa terganggu,” katanya.
Eko menambahkan, perempuan saat ini tidak hanya menjalankan peran domestik, tetapi juga banyak yang aktif membantu meningkatkan pendapatan keluarga melalui berbagai usaha produktif.
Menurut dia, dampak keterlibatan perempuan dalam aktivitas ekonomi tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga memperkuat kesejahteraan keluarga secara keseluruhan.
“Kalau ibu-ibu bergerak di bidang ekonomi, bukan hanya dirinya yang terbantu, tetapi seluruh keluarganya ikut terselamatkan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Eko juga memaparkan perkembangan sektor UMKM nasional. Berdasarkan data Kementerian Sosial tahun 2025, jumlah UMKM di Indonesia mencapai sekitar 65,5 juta unit usaha dan mampu menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional.
Ia menilai tingginya minat generasi muda, khususnya Gen Z, terhadap isu kewirausahaan dan peluang kerja menjadi peluang besar bagi pengembangan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Ternyata Gen Z juga sangat menyukai isu tentang peluang kerja. Ini menjadi titik temu antara kebutuhan generasi muda dengan program-program pemberdayaan yang dilakukan PKS,” jelasnya.
PKS, lanjut Eko, akan terus melanjutkan program pelatihan serupa dengan fokus pada penguatan kapasitas pelaku usaha keluarga, termasuk pengembangan bisnis berbasis digital.
“Ke depan akan ada pelatihan-pelatihan lanjutan tentang bagaimana membangun usaha di dunia digital sebagai upaya membangkitkan ekonomi keluarga yang pada akhirnya menjadi penunjang ekonomi nasional,” tutupnya. (San)
Al Haris Redam Potensi Konflik Politik, Tapal Batas Batang Hari–Muaro Jambi Diserahkan ke Kemendagri
Bipeka PKS Bekali Pengurus Daerah Susun Policy Brief Berbasis Data
Al Haris Dorong Penguatan Hak Participating Interest Daerah di Forum Rakernas ADPMET
Pelaporan HAM Daerah Dinilai Masih Formalistik, Perlu Reformasi Berbasis Dampak
Cek Endra Tegaskan Golkar Harus Menang di Muaro Jambi: Siapkan Kader Sampai TPS
Cek Endra Disambut Keluhan Warga Betara, Dari Krisis LPG Hingga Beasiswa Tak Tepat Sasaran
DPRD Bungo Gelar Paripurna Bahas LKPJ 2025, Soroti Disiplin dan Tindak Lanjut Rekomendasi