Warga Sebut BBM Tangki Diduga Suplai Tambang Ilegal Tabir Barat, Nama Salam Sungai Tabir Ikut Disoro

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:45:11 WIB - Dibaca: 63 kali

Foto salah satu mobil tengki masuk wilayah tabir barat
Foto salah satu mobil tengki masuk wilayah tabir barat (Lil)

JAMBIPRIMA.COM,. MERANGIN – Aktivitas tambang emas tanpa izin (PETI) di wilayah Tabir Barat kembali menjadi sorotan masyarakat. Kali ini, sejumlah warga menyebut adanya dugaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam jumlah besar yang masuk ke kawasan aktivitas tambang ilegal tersebut.

Informasi yang diterima redaksi menyebutkan, salah satu nama yang menjadi perbincangan di tengah masyarakat adalah Salam Sungai Tabir. Warga menduga pasokan BBM menggunakan armada mobil tangki yang masuk ke wilayah Tabir Barat selama ini banyak diperuntukkan bagi kebutuhan operasional aktivitas tambang ilegal.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku, sebelum adanya pasokan BBM dalam jumlah besar, masyarakat kecil masih bisa menjual solar kepada para pelaku tambang. Namun kondisi itu disebut berubah setelah mobil tangki mulai rutin memasok BBM ke wilayah tersebut.

"Kami dulu juga menjual minyak untuk kebutuhan tambang. Namun sejak banyak mobil tangki yang masuk, usaha kecil seperti kami menjadi sulit bersaing. Pasokan mereka jauh lebih besar," ujar warga tersebut.

Masuknya BBM ke wilayah tambang ilegal sebelumnya juga sempat menjadi perhatian masyarakat dan kelompok pemuda setempat. Warga mengingat adanya aksi yang dilakukan Karang Taruna Kelurahan Mampun yang pernah menghentikan serta memutar balik sejumlah mobil tangki BBM yang hendak melintas melalui kawasan Simpang Seling menuju wilayah Tabir Barat.

Aksi tersebut kala itu mendapat dukungan dari sebagian masyarakat yang berharap aktivitas tambang ilegal dapat ditekan. Warga menilai keberadaan tambang ilegal telah berdampak terhadap lingkungan, terutama kondisi aliran Sungai Tabir yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat.

Salah seorang warga Kelurahan Mampun berinisial R mengaku pernah dihubungi oleh Salam terkait rencana masuknya armada mobil tangki BBM ke wilayah Tabir Barat. Menurut pengakuannya, komunikasi itu terjadi setelah adanya penjagaan dan pengawasan masyarakat terhadap kendaraan yang diduga membawa BBM menuju lokasi tambang.

"Waktu itu saya pernah ditelepon. Katanya ada tiga mobil tangki yang akan masuk ke wilayah Tabir Barat. Namun karena saat itu kami sedang melakukan ronda dan pengawasan, saya tidak lagi mengikuti perkembangan selanjutnya," ujar R saat dikonfirmasi.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada bukti resmi maupun keterangan dari aparat penegak hukum yang membenarkan adanya keterlibatan pihak tertentu dalam penyaluran BBM untuk aktivitas tambang ilegal tersebut.

Sementara itu, Salam yang dikonfirmasi terkait tudingan sebagai pemasok BBM terbesar ke wilayah Tabir Barat membantah informasi tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak mungkin menjadi pemasok utama BBM seperti yang dituduhkan sejumlah pihak.

"Dak mungkin," jawab Salam singkat saat dimintai tanggapan.

Hingga berita ini diterbitkan, aktivitas tambang ilegal di sejumlah wilayah Tabir Barat masih menjadi perhatian masyarakat. Warga berharap aparat terkait dapat melakukan pengawasan lebih ketat terhadap distribusi BBM dan aktivitas pertambangan tanpa izin guna mencegah kerusakan lingkungan yang semakin meluas. (Lil)





BERITA BERIKUTNYA