JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Provinsi Jambi pada Juni 2026 mencapai 3,85 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,48. Lonjakan inflasi tersebut terutama dipicu oleh kenaikan harga berbagai komoditas pangan yang dalam beberapa bulan terakhir terus mengalami peningkatan.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, mengatakan inflasi tahunan terjadi akibat naiknya harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran masyarakat. Dari sebelas kelompok pengeluaran yang dihitung, sepuluh kelompok mengalami kenaikan indeks harga, sedangkan hanya satu kelompok yang mengalami penurunan. "Inflasi year-on-year di Provinsi Jambi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sepuluh kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan tertinggi sebesar 6,65 persen," ujar Aidil Adha dalam rilis resmi BPS yang dikutip, Senin (6/7/2026).
Selain kelompok makanan, minuman, dan tembakau, kenaikan harga juga terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,60 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 4,33 persen, transportasi 3,93 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 2,93 persen, pendidikan 2,67 persen, kesehatan 1,80 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 1,58 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 1,53 persen, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,28 persen.
Sementara itu, kelompok pakaian dan alas kaki menjadi satu-satunya kelompok yang mengalami deflasi, yakni sebesar 4,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
BPS juga mencatat, secara bulanan (month-to-month/m-to-m) pada Juni 2026 Provinsi Jambi mengalami inflasi sebesar 0,52 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) sejak Januari hingga Juni 2026 mencapai 1,79 persen.
Berdasarkan wilayah penghitungan IHK, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Muara Bungo yang mencapai 4,72 persen dengan IHK 113,83. Sementara Kota Jambi mencatat inflasi lebih rendah, yakni 3,60 persen dengan IHK 111,49.
Aidil Adha menjelaskan, terdapat sejumlah komoditas yang memberikan andil besar terhadap inflasi tahunan di Provinsi Jambi. Komoditas tersebut antara lain emas perhiasan, cabai merah, bensin, nasi dengan lauk, bahan bakar rumah tangga, daging ayam ras, minyak goreng, jeruk, bawang merah, ikan serai, bayam, kangkung, tomat, telur ayam ras, sate, sewa rumah, daging sapi, cabai rawit, hingga tarif angkutan udara.
Dari seluruh kelompok pengeluaran, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil mencapai 2,10 persen terhadap inflasi tahunan Provinsi Jambi.
Di dalam kelompok tersebut, cabai merah menjadi komoditas penyumbang inflasi paling dominan. Kenaikan harga cabai merah kemudian diikuti oleh daging ayam ras, minyak goreng, jeruk, sigaret kretek mesin (SKM), bawang merah, ikan serai, bayam, kangkung, tomat, serta telur ayam ras.
Sementara untuk inflasi bulanan Juni 2026, BPS mencatat kenaikan harga paling besar dipengaruhi oleh bensin, bawang merah, bawang putih, bayam, jengkol, tomat, kue basah, kangkung, wortel, nasi dengan lauk, ayam goreng, sate, minyak goreng, kol putih, serta cabai hijau.
BPS menilai perkembangan inflasi sepanjang Juni 2026 menunjukkan tekanan harga di Provinsi Jambi masih didominasi oleh naiknya harga komoditas pangan dan meningkatnya biaya transportasi. Kondisi tersebut menjadi faktor utama yang mendorong inflasi lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Masyarakat pun diimbau tetap bijak dalam mengelola pengeluaran, sementara pemerintah diharapkan terus menjaga stabilitas pasokan dan distribusi bahan pangan agar laju inflasi tetap terkendali serta daya beli masyarakat dapat terjaga. (DVD)
Tanggapi Usulan Golkar, Direktur RSUD STS: Aturan Tidak Mewajibkan Dana BLUD di Bank Jambi
Kapolres Tebo Terima Silaturahmi Putra SAD yang Lulus Seleksi Polri Jalur Repro 2026
Al Haris Dijadwalkan Buka Urawa Cup VI pada 22 Agustus, Siap Bermain Lawan Urawa Legend
Usai Rapat Kisruh Kades Sungai Rambai, Kadis PMD Tebo Ngaku Kabur Hindari Kepungan Warga
Puluhan Warga Sungai Rambai Geruduk Kantor Bupati, Desak Kades Dinonaktifkan
Evaluasi Kinerja OPD, Al Haris Soroti Serapan Anggaran dan Pendapatan Daerah
203 Ribu Warga Kota Jambi Masuk Program Bansos Digital, Penyaluran Dipangkas Jadi 3 Tahap