Inflasi Jambi Juli 2026 3,25 Persen, BPS: Harga Masih Terkendali

Selasa, 04 Agustus 2026 - 09:49:23 WIB - Dibaca: 111 kali

Ilustrasi
Ilustrasi (NET)

JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) pada Juli 2026 sebesar 3,25 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 112,41. Meski sejumlah komoditas pangan dan sektor transportasi mengalami kenaikan harga, kondisi inflasi di Provinsi Jambi dinilai masih berada dalam batas yang terkendali.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, S.E., M.E., menjelaskan bahwa secara bulanan (month to month/m-to-m), Jambi justru mengalami deflasi sebesar 0,06 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) tercatat 1,73 persen.
"Pada Juli 2026, Provinsi Jambi mengalami inflasi tahunan sebesar 3,25 persen. Namun secara bulanan justru terjadi deflasi sebesar 0,06 persen, sedangkan inflasi tahun kalender mencapai 1,73 persen. Ini menunjukkan perkembangan harga secara umum masih relatif terkendali," ujar Aidil Adha saat menyampaikan rilis resmi BPS Provinsi Jambi, Senin (3/8/2026).

Ia mengungkapkan, dari empat daerah yang menjadi cakupan penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Jambi, Muara Bungo mencatat inflasi tertinggi, yakni 4,21 persen dengan IHK sebesar 113,99. Sementara Kabupaten Kerinci menjadi daerah dengan inflasi terendah sebesar 3,14 persen dengan IHK 115,63.

Menurut Aidil, inflasi tahunan dipicu oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran masyarakat. Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya menjadi penyumbang kenaikan tertinggi dengan inflasi mencapai 6,35 persen.

Selanjutnya disusul kelompok Transportasi sebesar 4,73 persen, Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran sebesar 4,42 persen, Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 4,24 persen, serta Kesehatan sebesar 4,18 persen.
Selain itu, kelompok Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga mengalami inflasi sebesar 2,55 persen, Rekreasi, Olahraga dan Budaya sebesar 1,66 persen, Pendidikan sebesar 1,40 persen, Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 1,03 persen, serta Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 0,31 persen.

Sementara itu, hanya satu kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan harga secara tahunan, yakni Pakaian dan Alas Kaki yang mengalami deflasi sebesar 4,20 persen.
"Kelompok makanan dan transportasi masih menjadi penyumbang utama inflasi di Provinsi Jambi. Namun secara umum pergerakan harga masih dapat dikendalikan," jelas Aidil.

BPS juga mencatat sejumlah komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan. Beberapa di antaranya adalah emas perhiasan, bensin, cabai merah, nasi dengan lauk, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, daging ayam ras, angkutan udara, daging sapi, serta telepon seluler.

Di sisi lain, secara bulanan, Jambi mengalami deflasi yang dipengaruhi oleh turunnya harga sejumlah komoditas strategis. Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap deflasi antara lain bawang merah, cabai merah, angkutan udara, telur ayam ras, emas perhiasan, bayam, kangkung, tomat, dan solar.

Aidil menegaskan, BPS akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga berbagai komoditas strategis sebagai bagian dari upaya menyediakan data yang akurat bagi pemerintah daerah.

Menurutnya, data inflasi menjadi salah satu indikator penting dalam penyusunan kebijakan pengendalian harga, menjaga stabilitas pasokan, serta mempertahankan daya beli masyarakat di tengah dinamika perekonomian.
"BPS akan terus menyajikan data inflasi secara akurat dan tepat waktu agar dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pengendalian inflasi di Provinsi Jambi," tutup Aidil. (DVD)





BERITA BERIKUTNYA