JAMBIPRIMA.COM,. MERANGIN — Dugaan bocornya informasi razia terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sejumlah wilayah Provinsi Jambi menjadi sorotan publik.
Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan, pelaku PETI diduga telah mengetahui rencana razia gabungan aparat kepolisian. Kondisi tersebut membuat sejumlah operator alat berat, termasuk excavator yang digunakan untuk aktivitas PETI, disebut-sebut lebih dulu menyembunyikan alat sebelum razia berlangsung.
Informasi serupa juga ramai dibagikan melalui sejumlah akun TikTok milik operator alat berat. Bahkan, beredar video yang menyebut adanya komunikasi dari bos penambang agar alat berat segera disimpan karena polisi disebut akan melakukan razia di wilayah Merangin, Bungo, Sarolangun dan Tebo.
Fenomena tersebut memicu kekecewaan dan beragam komentar dari masyarakat. Publik mempertanyakan bagaimana informasi mengenai rencana operasi dapat diketahui pelaku sebelum petugas turun ke lapangan.
Salah satu komentar warganet bahkan menuding adanya dugaan keterlibatan pihak tertentu di balik aktivitas tersebut. Namun, tudingan tersebut masih sebatas komentar di media sosial dan belum terverifikasi.
Di sisi lain, sejumlah akun TikTok yang diduga milik operator excavator PETI masih aktif mengunggah konten aktivitas alat berat dan menjadikannya sebagai bahan untuk menarik pengikut.
Dugaan adanya pihak yang membekingi aktivitas PETI tersebut kini menjadi perhatian publik. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat mengusut sumber kebocoran informasi operasi dan menindak tegas siapa pun yang terbukti terlibat. (DVD)
Pelaku PETI Tidak Merasa Takut Bekerja, Razia Diberitahu membeking, Kini Jadi Sorotan Publik
Audit DD Sungai Rambai Masih Berjalan, Inspektorat Periksa Saksi
Petani HKTI Jambi Diminta Jadi Garda Terdepan Cegah Karhutla
FLS3N Musik Tradisi Jambi Disorot, Juara 1 Diduga Tak Sesuai Panduan
HIPSI Jambi Soroti Kritik Kadin soal Laporan Karhutla Gubernur kepada Presiden
Kapolresta Jambi Ungkap Modus Baru Geng Motor, Senjata Disembunyikan di Mobil