Di Tengah Maraknya Pengobatan Modern, Bekam Masih Diminati Warga Muara Bungo

Minggu, 06 September 2026 - 12:24:40 WIB - Dibaca: 226 kali

Tempat praktik bekam Sunarto di kawasan Pasar Bawah Muara Bungo, tepatnya di depan Taman Hijau. Foto: Saudi
Tempat praktik bekam Sunarto di kawasan Pasar Bawah Muara Bungo, tepatnya di depan Taman Hijau. Foto: Saudi ()

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO — Di tengah perkembangan dunia medis yang semakin modern, pengobatan tradisional masih memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat. Salah satunya adalah terapi bekam, yang dikenal sebagai bagian dari praktik Tibbun Nabawi dan hingga kini masih menjadi pilihan sebagian masyarakat.

Di Kabupaten Bungo, terapi bekam dapat ditemui di kawasan Pasar Bawah Muara Bungo, tepatnya di depan Taman Hijau. Suranto, praktisi bekam setempat, mengatakan bahwa minat masyarakat terhadap terapi bekam masih cukup baik.

Menurut Sunarto, bekam telah dikenal masyarakat sejak dahulu dan hingga saat ini masih dipilih oleh orang-orang yang ingin mencoba terapi tradisional untuk membantu menjaga kebugaran tubuh.

“Bekam ini sudah dikenal sejak lama. Walaupun sekarang pengobatan semakin maju dan modern, ternyata masih banyak masyarakat yang tertarik dengan terapi bekam. Bagi sebagian orang, bekam menjadi salah satu pilihan untuk menjaga kondisi tubuh dan mendapatkan rasa nyaman setelah terapi,” ujar Sunarto.

Ia menambahkan, dalam menjalankan terapi bekam, kebersihan dan keamanan harus menjadi perhatian utama. Peralatan yang digunakan juga harus ditangani dengan baik agar proses terapi tetap memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan pasien.

Sementara itu, salah seorang pasien, Madel, mengaku merasakan perubahan pada tubuhnya setelah menjalani terapi bekam. Ia menggambarkan sensasi setelah terapi dengan ungkapan khas masyarakat, yakni “mak cleng”, yang menurutnya menggambarkan rasa lega dan plong.

“Mak cleng rasanya, seperti plong badan ini setelah bekam. Sebelum bekam rasanya ada saja yang membuat badan kurang nyaman, tapi setelah selesai terapi saya merasa lebih ringan dan enak,” kata Madel.

Merasakan Tubuh Lebih Ringan

Madel mengatakan, pengalaman tersebut membuat dirinya merasa cukup nyaman menjalani terapi bekam. Baginya, sensasi setelah bekam menjadi salah satu alasan untuk kembali memilih terapi tradisional tersebut.

“Yang saya rasakan itu seperti badan lebih ringan. Setelah selesai bekam, rasanya lega dan lebih nyaman. Memang setiap orang mungkin merasakan hal yang berbeda, tapi kalau saya pribadi setelah bekam rasanya mak cleng, plong,” ungkapnya.

Terapi bekam sendiri merupakan terapi tradisional yang menggunakan alat khusus untuk memberikan tekanan pada kulit. Pada jenis bekam tertentu, terapi juga melibatkan sayatan kecil untuk mengeluarkan sejumlah kecil darah.

Meski sebagian orang mengaku merasa lebih rileks atau nyaman setelah menjalani bekam, terapi ini bukan pengganti diagnosis maupun pengobatan medis. Masyarakat yang memiliki keluhan kesehatan sebaiknya tetap berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, terutama untuk kondisi yang membutuhkan penanganan medis.

Bagi masyarakat Muara Bungo, keberadaan praktisi bekam seperti Suranto menjadi salah satu bukti bahwa pengobatan tradisional masih mendapat tempat di tengah masyarakat, berdampingan dengan perkembangan layanan kesehatan modern. (Sab)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA