Volume Sampah Kota Jambi Capai 400 Ton Sehari, Warga Diminta Pilah dari Rumah

Minggu, 06 September 2026 - 13:43:43 WIB - Dibaca: 46 kali

Truk pengangkut sampah saat membawa muatan menuju TPA Talang Gulo, Kota Jambi. Foto: Rahim
Truk pengangkut sampah saat membawa muatan menuju TPA Talang Gulo, Kota Jambi. Foto: Rahim ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Talang Gulo, Kota Jambi, masih tergolong tinggi. Setiap harinya, rata-rata sampah yang masuk mencapai sekitar 385 hingga 400 ton.

Kepala TPA Talang Gulo Kota Jambi, Tri Suyono, mengatakan jumlah tersebut tidak selalu sama setiap hari. Volume sampah dapat meningkat ketika terdapat kegiatan masyarakat maupun acara yang berlangsung di luar rumah.

"Volume sampah memang fluktuatif. Pada hari-hari tertentu, terutama ketika ada event atau kegiatan di luar, jumlahnya bisa mengalami peningkatan. Rata-ratanya sekitar 385 sampai 400 ton per hari," kata Tri Suyono, Jumat (4/9/2026).

Sampah yang diterima TPA Talang Gulo berasal dari berbagai wilayah dan memiliki jenis yang beragam. Di antaranya sampah organik, anorganik, serta sampah residu yang tidak dapat dimanfaatkan kembali.

Untuk mengetahui jumlah sampah secara akurat, setiap kendaraan pengangkut yang masuk ke area TPA menjalani proses penimbangan. Kendaraan ditimbang terlebih dahulu sebelum membongkar muatan, kemudian ditimbang kembali setelah sampah diturunkan.

Selisih dari kedua hasil penimbangan tersebut menjadi dasar untuk mengetahui berat bersih sampah yang dibawa setiap kendaraan.

Pencatatan juga dilakukan secara digital. Data yang tersimpan mencakup kendaraan pengangkut, pengemudi, hingga asal sampah yang dibawa ke TPA.

"Semua jumlah sampah yang masuk tercatat secara komputerisasi. Mulai dari kendaraan, pengemudi, sampai sumber sampahnya dari wilayah mana atau angkutan apa, semuanya terdata," ujar Tri.

Di tengah tingginya volume sampah tersebut, pengurangan sampah dari sumber menjadi salah satu langkah yang dinilai penting untuk memperpanjang masa operasional TPA.

Tri mengajak masyarakat mulai melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah organik dan anorganik sebaiknya dipisahkan sebelum dibuang.

"Jangan dicampur, sehingga sampah yang masuk ke TPA bisa dikurangi dan usia TPA dapat lebih panjang. Kalau semuanya dicampur, otomatis volume yang masuk ke TPA semakin besar," tuturnya. (Rhm)





BERITA BERIKUTNYA