Kualitas Udara Tebo Membaik, AQI Turun ke 186 tapi Masih Tak Sehat

Minggu, 13 September 2026 - 12:34:51 WIB - Dibaca: 185 kali

Ilustrasi kondisi udara berkabut asap di Kabupaten Tebo. Foto: Subahan
Ilustrasi kondisi udara berkabut asap di Kabupaten Tebo. Foto: Subahan ()

JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Kualitas udara di Kabupaten Tebo, Jambi, mulai membaik setelah beberapa hari terakhir berada pada kategori sangat tidak sehat akibat tingginya polusi udara dan kabut asap.

Berdasarkan pemantauan IQAir.com pada Minggu (13/9/2026) pukul 11.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI? US) di sekitar Muara Tebo tercatat 186. Angka tersebut masuk kategori Tidak Sehat.

Kondisi ini menunjukkan adanya penurunan dibandingkan beberapa hari sebelumnya ketika AQI di Tebo sempat menembus angka di atas 200 dan masuk kategori Sangat Tidak Sehat.

Meski membaik, kualitas udara saat ini belum dapat dikatakan aman sepenuhnya. Polutan yang masih menjadi perhatian utama adalah partikulat halus PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 105,5 µg/m³.

Selain PM2.5, IQAir mencatat konsentrasi PM10 sebesar 158 µg/m³, NO? 21 µg/m³, SO? 2 µg/m³, dan CO 182,9 µg/m³.

Konsentrasi PM2.5 tersebut juga tercatat sekitar 21,1 kali nilai panduan tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kondisi tersebut mendapat perhatian warga Sungai Bengkal sekaligus anggota DPRD Kabupaten Tebo, Liga Marisa. Dia berharap perbaikan kualitas udara terus berlanjut dan tidak kembali memburuk.

"Kita tentu berharap ini menjadi tanda yang baik. Kalau memang kualitas udara mulai membaik, mudah-mudahan terus turun sampai kembali sehat. Tapi masyarakat tetap harus waspada karena kondisi udara masih tidak sehat," kata Liga Marisa saat dikonfirmasi, Minggu (13/9/2026).

Menurut dia, kondisi udara perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas cukup banyak di luar ruangan.

Liga juga meminta penanganan terhadap sumber kabut asap dan karhutla tetap dilakukan secara serius agar kualitas udara tidak kembali memburuk.

"Karhutla dan kabut asap jangan sampai dianggap selesai hanya karena AQI sudah turun. Penanganan di lapangan tetap harus dilakukan supaya masyarakat benar-benar mendapatkan udara yang sehat," ujarnya. (san)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA