Tim Riset UIN Jambi Kembangkan Senyawa Kalkon, Siapkan Peluang Bisnis Farmasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:34:57 WIB - Dibaca: 108 kali

Tangkapan layar kegiatan workshop business plan tim riset Dr. Tanti, M.Si., yang digelar secara daring melalui Zoom. Foto: Rahim
Tangkapan layar kegiatan workshop business plan tim riset Dr. Tanti, M.Si., yang digelar secara daring melalui Zoom. Foto: Rahim ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Tim riset yang dipimpin Dr. Tanti, M.Si., menggelar workshop business plan bertajuk “Chalcone Innovation: From Laboratory Synthesis to Business Opportunity” secara daring, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mendorong hasil penelitian laboratorium menuju pengembangan produk bernilai ekonomi.

Penelitian berjudul “Sintesis Senyawa Turunan Kalkon dari Asetilpiridin dan Uji Aktivitas Anti-Inflamasi secara In Vitro, In Vivo, dan In Silico” tersebut didanai melalui program MoRA The AIR Funds Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dalam penelitian itu, tim berhasil menyintesis 17 senyawa turunan kalkon yang selanjutnya diuji secara bertahap sebagai kandidat anti-inflamasi baru. Salah satu senyawa yang menunjukkan potensi menjanjikan adalah C13.

Hasil pengujian menunjukkan senyawa C13 memiliki kemampuan menghambat denaturasi protein yang mendekati ibuprofen, dengan tingkat toksisitas yang masih berada dalam kategori sedang.

Temuan tersebut juga didukung kajian komputasi yang meliputi Density Functional Theory (DFT), molecular docking, dan simulasi dinamika molekuler. Meski demikian, senyawa C13 masih membutuhkan pengujian lanjutan untuk memastikan keamanan dan khasiatnya sebelum dapat dikembangkan menjadi produk farmasi.

Ketua tim peneliti, Dr. Tanti, M.Si., mengatakan penelitian di perguruan tinggi perlu diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah.

Menurut dia, workshop business plan menjadi bagian dari upaya memetakan tahapan pengembangan hasil riset, mulai dari perlindungan kekayaan intelektual, pengujian praklinis lanjutan, hingga penjajakan kemitraan dengan industri.

“Penelitian ini tidak boleh berhenti di jurnal atau di rak laboratorium. Obat anti-inflamasi yang ada saat ini masih memiliki efek samping jangka panjang, dan kami ingin senyawa kalkon yang kami kembangkan menjadi alternatif yang lebih aman. Melalui workshop business plan ini, kami mulai memetakan jalan dari laboratorium menuju produk, mulai dari perlindungan kekayaan intelektual, uji praklinis lanjutan, hingga kemitraan dengan industri,” ujarnya.

Tanti menambahkan, orientasi hilirisasi perlu dibangun sejak tahap perencanaan penelitian. Dengan begitu, peneliti dapat mempertimbangkan aspek kebaruan ilmiah sekaligus peluang pengembangan produk, kebutuhan pasar, perlindungan kekayaan intelektual, dan potensi kerja sama dengan dunia usaha.

Dalam workshop bertema “Hilirisasi Senyawa Kalkon sebagai Produk Inovatif Bernilai Ekonomi” itu, Dr. apt. Uce Lestari, S.Farm., M.Farm., hadir sebagai pemateri dengan moderator Dr. Deliza, S.Si.

Uce menekankan pentingnya memastikan hasil penelitian dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memiliki peluang untuk dikomersialisasikan. Menurutnya, hilirisasi menjadi tahapan penting agar temuan ilmiah tidak berhenti di lingkungan akademik, tetapi dapat diarahkan menuju pemanfaatan yang lebih luas.

Melalui kegiatan tersebut, tim peneliti mulai memetakan peluang pengembangan bisnis senyawa kalkon, termasuk kebutuhan pendanaan, tahapan pengembangan produk, perlindungan kekayaan intelektual, calon mitra industri, serta persyaratan pengujian dan perizinan.

Namun, peluang komersialisasi tetap bergantung pada hasil pengujian lanjutan, pembuktian keamanan dan khasiat, serta kelayakan teknis dan ekonomi. Penyusunan business plan menjadi salah satu langkah awal untuk menjembatani hasil penelitian dengan pengembangan produk secara terukur.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Fridiyanto, menyambut baik upaya tim riset tersebut. Ia berharap penelitian dosen di lingkungan kampus dapat menghasilkan produk yang berpeluang dikembangkan dan dikomersialisasikan.

“Kampus UIN Jambi sudah lama menunggu hasil riset dosen yang dapat menghasilkan produk dan dapat dikomersialisasi. Semoga workshop yang dilakukan oleh tim Dr. Tanti ini dapat mewujudkan hilirisasi hasil riset ke dalam skema bisnis,” ujarnya. (rhm)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA