Awal Musim Hujan di Tebo Mundur, BPBD Prediksi Intensitas Meningkat Akhir Oktober

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:51:30 WIB - Dibaca: 369 kali

Kepala Pelaksana BPBD Tebo Joko Adriawan. BPBD memperkirakan intensitas hujan meningkat pada akhir Oktober 2026. Foto: Tania
Kepala Pelaksana BPBD Tebo Joko Adriawan. BPBD memperkirakan intensitas hujan meningkat pada akhir Oktober 2026. Foto: Tania ()

JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Awal musim hujan di Kabupaten Tebo, Jambi, mengalami pergeseran dari pola yang biasanya terjadi pada akhir September atau awal Oktober. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tebo memperkirakan intensitas hujan meningkat pada dasarian III atau periode 21–31 Oktober 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Tebo, Joko Adriawan, mengatakan perkiraan tersebut mengacu pada informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Meski awal musim hujan bergeser, puncak musim hujan di wilayah Tebo diperkirakan berlangsung pada Desember 2026 hingga Januari 2027.

“Biasanya pada akhir September atau awal Oktober hujan sudah mulai turun. Namun, hingga saat ini kondisi tersebut belum terjadi seperti pola yang biasa kami amati,” kata Joko.

Menurut Joko, prakiraan BMKG sebelumnya menunjukkan awal musim hujan di Tebo terjadi pada Oktober 2026. Namun, perkembangan cuaca pada periode akhir Oktober kini menjadi perhatian karena intensitas hujan diprediksi meningkat.

Meski demikian, peningkatan intensitas hujan tersebut belum tentu terjadi secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Tebo. Karena itu, masyarakat diminta terus memantau pembaruan prakiraan cuaca dan peringatan dini BMKG sesuai kondisi di wilayah masing-masing.

BPBD Tebo juga mulai mencermati potensi bencana hidrometeorologi basah seiring perubahan pola hujan. Risiko banjir, genangan air, dan tanah longsor menjadi sejumlah ancaman yang perlu diantisipasi, terutama di wilayah dengan kondisi geografis yang rentan.

“Risiko seperti banjir, genangan, dan tanah longsor perlu dicermati sesuai kondisi geografis serta perkembangan cuaca setempat,” ujar Joko.

Ia mengatakan BPBD Tebo masih memantau informasi BMKG untuk memperbarui situasi dan menentukan langkah kesiapsiagaan. Masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan saluran air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang berlangsung cepat.

“Warga perlu memperhatikan peringatan dini, menjaga saluran air tetap bersih, serta mewaspadai perubahan cuaca yang berlangsung cepat,” imbaunya.

Di sisi lain, BPBD Tebo memperkirakan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berpeluang berakhir pada penghujung Oktober 2026. Namun, keputusan tersebut masih bergantung pada perkembangan cuaca dan kebijakan pemerintah daerah.

Joko menyebut informasi dari BPBD Provinsi Jambi menjadi salah satu acuan dalam mempertimbangkan apakah status siaga karhutla perlu diperpanjang atau dapat diakhiri sesuai jadwal.

Jika prakiraan BMKG terealisasi dan kondisi cuaca mendukung, status siaga karhutla berpeluang tidak diperpanjang. Meski begitu, berakhirnya status siaga tidak serta-merta menghilangkan risiko kebakaran, terutama di kawasan yang masih kering dan memiliki potensi kebakaran lahan.

Hingga kini, BPBD Tebo masih mengikuti perkembangan cuaca sebelum menentukan langkah lanjutan. Kepastian mengenai berakhir atau diperpanjangnya status siaga karhutla menunggu keputusan resmi pihak berwenang. (tdr)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA