Investasi Kota Jambi Melonjak 437 Persen, Realisasi Triwulan III 2026 Tembus Rp896,78 Miliar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:15:19 WIB - Dibaca: 29 kali

Ilustrasi pertumbuhan investasi Kota Jambi yang mengalami peningkatan signifikan pada Triwulan III tahun 2026. Foto: Rahim
Ilustrasi pertumbuhan investasi Kota Jambi yang mengalami peningkatan signifikan pada Triwulan III tahun 2026. Foto: Rahim ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Perkembangan investasi di Kota Jambi menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2026. Pada Triwulan III, realisasi investasi tercatat mencapai Rp896,78 miliar atau mengalami peningkatan sekitar 437,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan tersebut menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya akumulasi investasi di Kota Jambi. Hingga akhir September 2026, total investasi yang masuk telah mencapai sekitar Rp1,530 triliun, melampaui target tahunan sebesar Rp1,509 triliun.

Capaian ini sekaligus memperlihatkan semakin besarnya aktivitas penanaman modal di Kota Jambi, baik melalui investasi baru maupun pengembangan usaha yang telah berjalan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Jambi, Abu Bakar, mengungkapkan bahwa pertumbuhan investasi tersebut merupakan perkembangan menggembirakan bagi perekonomian daerah.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (28/10/2026), Abu Bakar menjelaskan bahwa realisasi investasi pada Triwulan III tahun ini mengalami peningkatan cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurutnya, pada periode yang sama tahun 2025, nilai investasi di Kota Jambi hanya tercatat sebesar Rp166,98 miliar. Sementara pada Triwulan III 2026, angkanya meningkat menjadi Rp896,78 miliar.

Peningkatan tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan aktivitas investasi yang cukup signifikan, sekaligus memberikan gambaran mengenai perkembangan iklim usaha di Kota Jambi.

Tidak hanya mengalami kenaikan secara triwulanan, realisasi investasi secara kumulatif juga telah melampaui sasaran yang ditetapkan Pemerintah Kota Jambi untuk tahun 2026.

Berdasarkan data DPMPTSP, investasi yang terealisasi hingga Triwulan III telah mencapai 101,41 persen dari target tahunan. Dengan demikian, sasaran investasi tahun 2026 berhasil terlampaui meskipun masih tersisa satu triwulan.

Abu Bakar menilai, pencapaian tersebut tidak terlepas dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan perizinan, memberikan kemudahan bagi pelaku usaha, serta menciptakan kondisi yang mendukung kegiatan penanaman modal.

Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa keberhasilan investasi tidak cukup hanya diukur berdasarkan besarnya nilai modal yang masuk ke daerah.

Menurutnya, investasi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian masyarakat, termasuk membuka kesempatan kerja, memperkuat kegiatan usaha, serta meningkatkan daya saing daerah.

Karena itu, DPMPTSP Kota Jambi terus berupaya memperbaiki sistem pelayanan perizinan agar proses investasi semakin mudah, transparan, dan memberikan kepastian bagi dunia usaha.

Selain pelayanan perizinan, pemerintah daerah juga mendorong kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) secara berkala.

Pelaporan tersebut dinilai penting untuk memastikan perkembangan investasi dapat dipantau secara akurat, sekaligus menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam menentukan arah kebijakan penanaman modal.

Dengan pencatatan investasi yang baik, pemerintah daerah diharapkan dapat mengetahui perkembangan usaha, potensi penyerapan tenaga kerja, hingga kontribusi kegiatan investasi terhadap pertumbuhan ekonomi.

DPMPTSP Kota Jambi juga berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan investasi agar terus berlanjut hingga akhir tahun. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pelayanan, pendampingan pelaku usaha, dan peningkatan kualitas iklim investasi.

Abu Bakar berharap meningkatnya realisasi penanaman modal dapat semakin memperkuat posisi Kota Jambi sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi, perdagangan, dan jasa di Provinsi Jambi.

"Pertumbuhan investasi sebesar 437,06 persen pada Triwulan III 2026 ini tidak hanya mencerminkan peningkatan nilai investasi, tetapi juga menjadi indikator positif atas semakin kuatnya kepercayaan dunia usaha terhadap potensi ekonomi daerah, kepastian berusaha, serta kualitas pelayanan perizinan yang terus kami tingkatkan," ujar Abu Bakar. (rhm)





BERITA BERIKUTNYA