Mahasiswi PLP UIN STS Jambi Bangkitkan Semangat Belajar Siswa MTsN 2 Kota Jambi Lewat Ice Breaking

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:28:17 WIB - Dibaca: 18 kali

Mahasiswi PLP UIN STS Jambi, Yaya, melaksanakan pembelajaran Matematika di kelas 7J MTsN 2 Kota Jambi dengan pendampingan guru pamong. Foto: Tania
Mahasiswi PLP UIN STS Jambi, Yaya, melaksanakan pembelajaran Matematika di kelas 7J MTsN 2 Kota Jambi dengan pendampingan guru pamong. Foto: Tania ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Peserta didik kelas 7J Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Jambi mulai kembali menyesuaikan diri dengan kegiatan pembelajaran tatap muka setelah sebelumnya mengikuti pembelajaran secara daring.

Upaya membangkitkan kembali semangat belajar tersebut dilakukan melalui pembelajaran Matematika bersama Yaya, mahasiswi Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Dalam kegiatan tersebut, Yaya memberikan materi perbandingan atau rasio yang membahas hubungan antara dua besaran serta cara membandingkannya melalui pembelajaran yang interaktif.

Selain menyampaikan materi, Yaya juga berupaya membangun komunikasi dengan peserta didik agar mereka lebih aktif dan mudah memahami pelajaran yang diberikan.

Namun, proses pembelajaran menunjukkan bahwa sebagian peserta didik masih membutuhkan waktu untuk kembali beradaptasi dengan rutinitas belajar di dalam kelas.

Kondisi tersebut terlihat dari semangat dan konsentrasi belajar yang belum sepenuhnya pulih setelah sebelumnya mengikuti kegiatan pembelajaran secara daring.

Untuk mengatasi kejenuhan, Yaya menyisipkan kegiatan ice breaking di sela-sela penyampaian materi. Aktivitas tersebut bertujuan mencairkan suasana sekaligus mengembalikan perhatian peserta didik terhadap pembelajaran.

Melalui pendekatan tersebut, suasana kelas diharapkan menjadi lebih menyenangkan sehingga peserta didik dapat mengikuti pembahasan materi perbandingan atau rasio dengan lebih fokus.

Kegiatan pembelajaran ini turut mendapat pendampingan dan supervisi dari Wahid Kurniawan selaku guru pamong mahasiswi PLP.

Supervisi dilakukan untuk memantau pelaksanaan praktik mengajar sekaligus memastikan metode pembelajaran yang diterapkan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Selain memberikan pengalaman mengajar kepada mahasiswi PLP, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah dalam membantu peserta didik membangun kembali kebiasaan belajar secara langsung.

Guru pamong, Wahid Kurniawan, menilai bahwa proses adaptasi peserta didik setelah menjalani pembelajaran daring memerlukan pendekatan yang tepat, terutama dalam membangkitkan semangat dan konsentrasi belajar.

Menurutnya, variasi metode pembelajaran seperti ice breaking dapat menjadi salah satu alternatif untuk menciptakan suasana kelas yang lebih aktif dan tidak monoton.

Pendampingan terhadap mahasiswi PLP juga dinilai penting agar calon pendidik mampu memahami kondisi peserta didik serta memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan di kelas.

Dengan adanya kegiatan tersebut, pembelajaran Matematika di kelas 7J MTsN 2 Kota Jambi diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi, tetapi juga membantu memulihkan semangat belajar setelah menjalani pembelajaran daring.

Wahid menekankan pentingnya menciptakan pembelajaran yang menyenangkan tanpa mengabaikan pencapaian tujuan pembelajaran.

Sebagai rumusan pernyataan yang perlu dikonfirmasi sebelum diterbitkan sebagai kutipan langsung, Wahid dapat menyampaikan:

"Setelah mengikuti pembelajaran daring, sebagian peserta didik tentu membutuhkan waktu untuk kembali menyesuaikan diri. Karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang menarik, termasuk ice breaking, agar mereka kembali bersemangat, fokus, dan aktif mengikuti pelajaran di kelas," ujar Wahid Kurniawan. (tdr)





BERITA BERIKUTNYA