JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Pengembangan industri kerajinan lokal di Provinsi Jambi terus didorong untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif dan meningkatkan pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), berbagai program pembinaan, bantuan usaha hingga perluasan akses pemasaran menjadi perhatian dalam pengembangan produk unggulan daerah.
Upaya tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Provinsi Jambi Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Anggrek, Ev Garden, Kota Jambi, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri Ketua Dekranasda Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, SE, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, para Ketua Dekranasda kabupaten/kota, serta jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan se-Provinsi Jambi.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyaluran bantuan kepada pelaku UMKM di 11 kabupaten/kota se-Provinsi Jambi. Setiap daerah memperoleh alokasi bantuan bagi 10 pelaku usaha, terdiri dari lima UMKM sektor kriya dan lima UMKM sektor kuliner.
Dengan alokasi tersebut, sebanyak 110 pelaku UMKM menjadi sasaran bantuan apabila seluruh kuota kabupaten/kota terealisasi. Sebagian bantuan telah diserahkan secara simbolis di daerah, sementara sebagian lainnya disalurkan dalam kegiatan Rakerda.
Ketua Dekranasda Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, menjelaskan bahwa penguatan industri kerajinan membutuhkan dukungan berkelanjutan, mulai dari peningkatan keterampilan perajin, pengembangan kualitas produk hingga perluasan jaringan pemasaran.
Menurutnya, pelaku usaha kerajinan harus mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan mampu bersaing di tengah perubahan kebutuhan pasar.
Produk kriya khas Jambi seperti batik, tenun tradisional, anyaman dan berbagai kerajinan berbahan baku lokal dinilai memiliki peluang ekonomi yang dapat terus dikembangkan.
Selain memiliki nilai jual, produk tersebut juga menjadi bagian dari identitas budaya daerah yang berpotensi menarik minat konsumen maupun wisatawan.
Untuk memperluas pasar, Dekranasda turut mendorong keterlibatan Dinas Pariwisata dalam mempromosikan produk kerajinan lokal melalui berbagai kegiatan dan materi promosi destinasi wisata.
Promosi terpadu antara produk kriya dan sektor pariwisata diharapkan mampu meningkatkan pengenalan produk lokal sekaligus membuka peluang penjualan bagi perajin di berbagai daerah.
"Kami berharap Dinas Pariwisata dapat menyisipkan produk-produk kriya lokal dalam setiap video atau materi promosi pariwisata. Kriya, budaya, dan pariwisata adalah satu kesatuan yang saling mendukung. Muara utamanya adalah meningkatkan kunjungan wisatawan serta memperkuat perekonomian masyarakat," jelas Hesnidar.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Dekranasda dan TP-PKK Provinsi Jambi dengan lembaga pelatihan vokasi dan produktivitas di Padang.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang diharapkan dapat mendukung produktivitas pelaku usaha.
Selain itu, dilaksanakan penyerahan penghargaan Inacraft Awards 2026 dan Kriya Nusa sebagai bentuk apresiasi terhadap pengembangan produk kerajinan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani menyampaikan bahwa pengembangan industri kerajinan perlu dilakukan melalui kerja sama lintas sektor agar mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Berdasarkan data yang dipaparkannya, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada 2025 mencapai 4,93 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 sebesar 4,50 persen.
Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu gambaran perkembangan perekonomian daerah, sementara sektor kerajinan dan produk lokal terus didorong agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Pengembangan industri kerajinan juga diharapkan tidak hanya mengandalkan penjualan secara konvensional, tetapi mulai memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Melalui Rakerda 2026, program pembinaan perajin, peningkatan mutu produk, akses pemasaran dan penguatan usaha diharapkan dapat disusun sesuai kebutuhan masing-masing daerah.
Dengan dukungan pemerintah, pelaku usaha dan sektor swasta, industri kerajinan lokal Jambi diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
Ketua Dekranasda Provinsi Jambi, Hesnidar Haris, menegaskan bahwa bantuan dan pembinaan UMKM merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat usaha masyarakat di sektor kriya dan kuliner.
"Sebagai bentuk komitmen nyata, bantuan telah disalurkan kepada para pelaku UMKM, baik di bidang kriya maupun kuliner. Setiap kabupaten/kota mendapatkan alokasi bantuan untuk 10 UMKM, yang terdiri dari 5 UMKM sektor kriya dan 5 UMKM sektor kuliner. Sebagian bantuan telah diserahkan secara simbolis di daerah, dan sebagian lainnya kita serahkan pada hari ini," ungkapnya. (tdr)
Industri Kerajinan Jambi Diperkuat, 110 UMKM Jadi Sasaran Bantuan Dekranasda
Polsek Jambi Selatan Amankan Remaja 17 Tahun Terkait Kasus Pembakaran Rumah dan Pencurian
Hujan Guyur Jambi, Hotspot Nihil Dua Hari, Satgas Karhutla Tetap Siaga
Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri HCS 2026 di Jambi, Pemkot Siapkan 4.000 Kamar Hotel
Kelompok SAD Datangi Polres Merangin Bawa Senjata, Polisi Dalami Dugaan Bekingan PETI
Ricuh di Polres Merangin, SAD Diduga Lepaskan Dua Tembakan ke Udara
Investasi Kota Jambi Melonjak 437 Persen, Realisasi Triwulan III 2026 Tembus Rp896,78 Miliar