JERUSALEM - Militer Israel menyatakan pihaknya akan menyelidiki penembakan yang dilakukan tentara Israel terhadap seorang perempuan perawat Palestina dalam aksi protes pada Jumat (1/6).
Pemakaman jenazah petugas medis bernama Razan Al- Najar (21) itu dilaksanakan pada Sabtu (2/6) kemarin dan dihadiri oleh ribuan pelayat. "Kami akan membalas kematian martir Razan dengan segenap jiwa dan raga," teriak para pelayat.
Menurut pejabat kesehatan dan saksi mata, dia ditembak mati oleh tentara Israel ketika sedang berusaha membantu seorang demonstran yang terluka di Khan Younis, Jalur Gaza.
Pihak militer Israel menjelaskan, kelompok militan Palestina menyerang pasukannya di sepanjang perbatasan dengan senjata api dan granat.
Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan Sabtu (2/6), militer menegaskan pihaknya akan menyelidiki kasus kematian Al-Najar.
Sementara itu, dalam insiden lain di Tepi Barat, pasukan Israel juga menembak mati seorang warga Palestina yang mencoba menabrakkan mobilnya ke arah mereka, Sabtu (2/6).
"Seorang teroris mencoba menabrak pasukan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang berada di lokasi dengan kendaraannya. Sebagai respons, pasukan menembak ke arah teroris tersebut. Tak ada tentara IDF yang terluka," bunyi penyataan militer Israel.
Kementerian Kesehatan Palestina mengkonfirmasi pria tersebut tewas dalam insiden di Tepi Barat. Namun kementerian tidak memberikan detail lebih jauh mengenai insiden tersebut. Identitas pria Palestina itu juga tidak disebutkan.(***)
Usai Periksa Rektor, Penyidik Akan Minta Keterangan Ahli Konstruksi
Luas Lahan Terbakar Capai 500 Hektar, Satgas akan Panggil Akak Terkait Kebakaran Dekat Pipa PetroC
Kebakaran di Kualatungkal, Satu Rumah dan Bedeng 5 Pintu Ludes
Proses Hukum Gudang Minyak PT Ocean Petro Energi Dipertanyakan
Lagi, Polisi Sita 33,84 Ton Minyak Ilegal Serta Tangkap 8 Pemilik dan Pekerja
Singa, Harimau dan Jaguar Kabur, Polisi Jerman Kerahkan Drone