Menonton bareng siaran langsung pertandingan sepak bola, terutama Piala Dunia 2018 kemarin sudah biasa. Namun akan lain rasanya jika menyaksikan siaran langsung pertandingan sepak bola diiringi laporan pandangan mata khas RRI seperti pada laga final Piala Dunia 2018 di acara Pesta Bola RRI Jambi, Minggu malam kemarin.
INDRAWAN SETYADI, Kota Jambi
KOMITMEN untuk mendedikasikan siaran pandangan mata wartawan LPP RRI langsung dari Rusia pada perhelatan Piala Dunia 2018 di Rusia benar-benar diwujudkan LPP RRI. Termasuk di RRI Jambi.
Memang secara nasional lembaga penyiaran pemerintah (LPP) RRI menginstruksikan seluruh jaringannya di Indonesia untuk menggelar Pesta Bola Piala Dunia 2018 di masing-masing stasiun di daerah. Di RRI Jambi, nobar final Piala Dunia 2018 dilakukan di lapangan parkir LPP RRI Jambi.
Dibuka dengan beberapa gimmick dan pementasan tari tradisional Jambi, acara berlangsung meriah. Memang hingga laga final antara Prancis dan Kroasia digulirkan belum banyak warga yang berkumpul. Warga banyak menyebar di sekitar lokasi sambil mengikuti kuis dan gimmick berhadiah yang didukung para sponsor resmi Piala Dunia 2018 di Indonesia.
Tak kalah seru dengan acara bagi-bagi hadiah, begitu wasit asal Argentina yang memimpin laga final meniup peluit tanda laga dimulai, warga berduyun-duyun merapat. Ratusan warga pun meriung di lapangan parkir LPP RRI Jambi.
“Ada yang penonton undangan. Di antaranya dari komunitas-komunitas yang ada di Jambi. Tapi yang paling penting adalah kaum difabel terutama penyandang tuna netra yang ingin mengikui langsung laga final ini,”kata Mirza Isa, kasi Pemberitaan LPP RRI Jambi, Minggu (15/07) kemarin.
Dia menambahkan bahwa memang hanya RRI satu-satunya lembaga penyiaran radio di Indonesia yang mendapatkan lisensi siaran langsung dari FIFA untuk piala dunia kali ini. Salah satu yang membuat FIFA memberi lisensi siaran langsung adalah komitmen LPP RRI untuk mempersembahkan siaran langsung ini untuk para penyandang difabel terutama penyandang tuna netra.
Namun, bukan hanya penyandang tuna netra yang menikmati laporan pandangan mata wartawan RRI dari Rusia. Warga normal pun snagat antusias.
Keseruan tak hanya dari laga Pogba cs kontra Modric dkk yang memang atraktif. Tapi juga karena imbuhan laporan pandangan mata wartawan RRI di Rusia.
Iwan salah satunya. Warga Buluran, Telanaipura, Kota Jambi ini mengatakan nobar kali ini lain dari biasanya. “Lebih seru dari biasanya karena sekarang penyiarnya pakai bahasa Indonesia. Biasanya kan bahasa Inggris,”katanya.
Dan memang keseruan nobar di RRI Jambi akhir pekan kemarin bukan bualan. Tayangan audio visual yang disajikan membuat suasana nobar lebih hidup. Kalau biasanya penonton pasif dan hanya menyaksikan laga dengan “iringan” penyiar berbahasa Inggris, kali ini mereka sangat menikmati laga yang diiringi komentar bahasa Indonesia.
“Seru, Bang. Jadi kayak nonton langsung di Indonesia,”tutur Dani, salah satu anggota komunitas Vespa yang hadir.
Ketegangan saat bola mendekati kotak penalti lawan makin terasa saat penyiar RRI yang menyaksikan langsung dari stadion di Rusia dengan meledak-ledak menarasikan bagaimana penyerang Prancis melakukan serangan. Kekecewaan penonton pendukung pun langsung terekspresikan seperti apa yang disampaikan penyiar RRI yang memberikan laporan pandangan mata langsung dari lokasi.
Kini memang media massa berbasis audio terutama radio sedikit tergerus oleh gempuran media audio visual. Tapi ternyata kejelian LPP RRI menangkap peluang membuat acara nobar lebih dramatis.
Tak kalah penting adalah proses edukasi secara tidak sadar telah dilakukan LPP RRI terhadap warga. Bahwa, mendengarkan radio tak selalu membosankan. Justru imajinasi pendengar makin terasah dengan laporan pandangan mata langsung dari lokasi.
LPP RRI patut berbangga karena edukasi yang dilakukannya pun mendapat apresiasi tinggi dari FIFA sebagai federasi tertinggi sepak bola di dunia. Juga penghargaan tinggi layak diberikan kepada LPP RRI karena telah memberikan sajian tanpa batas ketunaan agar tetap bis amenikmati ajang empat tahunan Piala Dunia.(***)