Terduga Teroris Asal Jambi Meninggal Anggota Kelompok JAK, Pernah Ikut Pelatihan Dibukit Gemah Ka

Selasa, 24 Juli 2018 - 09:08:43 WIB - Dibaca: 2774 kali

Kondisi jenazah Saat diturunkan dari pesawat
Kondisi jenazah Saat diturunkan dari pesawat (Eko/ Jambione.com)

Jambi - Seorang terduga teroris asal Jambi, Sunardi Alias Abu Lutfi Alias Abu Alana (31) meninggal dunia di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, Minggu (22/7). Dia menghembuskan nafas terakhir akibat sakit penyempitan pernafasan yang dideritanya.

Senin (23/7) kemarin, jenazah Sunardi alias Abu Alana diterbangkan ke Jambi dan diantar kerumah orang tuanya di Jalan Letnan Muda Sarniem, RT 34 Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi.

Jenazahnya langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bumi Ayu, Paal 8, Kota Jambi.

Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS saat dikonfirmasi membenarkan meninggalnya narapidana teroris asal Jambi atas nama Sunardi alias Abu Alana.

"Jenazah Napiter atas nama Sunardi diterbangkan dari Bandara Sukarno Hatta Jakarta menuju Bandara Sultan Taha Jambi. Jenazah dibawa kerumah orang tuanya kemudian akan di sholatkan terlebih dahulu di Masjid Sabilil Huda jl. Letmud Sarniem Rt.34 Kel.

Kenali Asam Bawah Kec. Kota Baru. Selanjutnya Jenazah dimakamkan di Pemakaman Bumi Ayu Pal 8 Kec. Kota baru," kata Muchlis Senin kemarin.
Siapa sebenarnya Sunardi alias Abu Lutfi Alias Abu Alana? Dari penelusuran koran ini, Sunardi atau lebih sering disebut Abu Alana merupakan anggota kelompok Jamaah Ansharut Khilafah (JAK).

Dari berbagai berita penangkapan terduga teroris, nama Sunardi alias Abu Alana disebut sebut sering bergabung dengan kelompok JAK Riau dan Sumatera Selatan.

Dia pernah ikut kajian bersama sama dengan terduga teroris lainnya, Solihin, Abu Jafar, dan Abu Hasan.
Dia juga diketahui pernah bersembunyi di rumah Solihin, bersama Abdul Kodir alias Yazid alias Abu Ibrahim.

Solihin sendiri ditangkap Densus Anti Teror di rumah pengajian miliknya di Jalan SP 1 Trans Barito Desa Lecah Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim.

Sunardi juga diduga mengetahui tentang perencanaan penyerangan Mapolres Baturaja dan mengarahkan untuk melakukan penyerangan Kantor Brimob di Jakarta/Depok.

Selain itu, Sunardi alias Abu Alana diduga juga ikut pelatihan di Bukit Gemah Kampar-Riau, dan ikut latihan menembak dengan kelompok JAK di Jambi bersama sama dengan kelompok teroris Sumsel dan Riau.

Diantaranya Abdul Kadir alias Yazid alias Abu Ibrahim, Imron alias Abu Hasan, Suwarto alias Abu Jafar alias Fajar, dan Sugianto alias Abu Faris.

Sejak ditangkap Sunardi ditahan di Lapas Mako Brimob. Menurut informasi, Sunardi Alias Abu Lutfi Alias Abu Alana (31) awalnya mengalami sesak nafas di dalam Lapas Mako Brimob Jakarta pada 16 Juli 2018.

Tahanan terduga teroris tersebut mengeluh mual, lemas dan tidak nafsu makan.

Perawat yang memeriksa kondisinya memberi obat serta meminta dapur untuk menyiapkan menu bubur bagi pasien.

Selanjutnya, pada 17 Juli 2018, pihak Lapas mengeluarkan Sunardi untuk berjemur di area blok. Saat itu kondisi terduga teroris tersebut masih dapat berjalan dengan baik.

Lalu, pada tanggal 18 Juli 2018, sekitar pukul 09.00 Wib perawat mengambil sampel darah Sunardi untuk dilakukan pengecekan di Laboratorium.

Masih pada hari yang sama, sekita pukul 09.00 hingga 10,00 Wib Sunardi masih sempat berjemur dan potong rambu di area blok.

Selanjutnya, sekitar pukul 10.30 Wib, Sunardi dibawa ke Poliklinik untuk mendapatkan perawatan. Melihat kondisinya tidak kunjung membaik, sekitar pukul 14.30 Wib pihak Poliklinik merujuk Sunardi ke RS Polri Kramat Jati dengan Pengawalan ketat.

Namun, Minggu 22 Juli 2018 pukul 05.45 Wib bertempat di Ruang Melati tahanan RS Polri Kramat Jati, kondisi Sunardi drop dan mengembuskan nafas terakhirnya. Sebelumnya dia sempat diberikan pertolongan oleh tim medis dengan oksigen maupun jenis lainnya.

Barulah pada, Senin kemarin, Jenazah Sunardi dibawa ke Jambi. Pesawat yang membawa jenazah Sunardi mendarat di Banrara Sulthan Thaha Saipuddin Jambi sekitar pukul 16.00 Wib.

Selanjutnya jenazah dibawa kerumah duka yang berada di di RT. 34, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kotabaru, dan dimakamkan.
Menurut keterangan sejumlah warga setempat, Sunardi sudah lama tidak pernah pulang.

Dia merantau ke Jakarta bekerja sebagai tukang pembuat rumah (tukang bangunan). ‘’ Terakhir dia dia pulang sudah sangat lama sekali ketika anaknya meninggal. Entah berapa tahun lalu, saya lupa. Sejak itu dia tidak pernah pulang lagi,’’ kata warga yang minta namanya tidak ditulis.

Menurut sumber ini, warga sekitar tidak ada yang tahu kalau Sunardi terlibat aksi terorisme. Warga tahunya Sunardi bekerja sebagai tukang bangunan. ‘’ Kalau dia nukang, kerjanya sangat bagus dan rapi. Dia memang lama merantau, pindah-pindah ke Jakarta, ke Bandung. Pokoknya pindah pindahlah,’’ kata warga tersebut.(***)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA