Jelang Puncak Haji, Petugas Kesehatan Kloter 26 BTH Berbagi Tips Agar Tubuh Tetap Prima

Sabtu, 18 Agustus 2018 - 19:36:41 WIB - Dibaca: 2387 kali

Erna Tim Kesehatan Jemaah Kloter 26 BTH Saat Diwawancai Crew Jambione di Mekkah
Erna Tim Kesehatan Jemaah Kloter 26 BTH Saat Diwawancai Crew Jambione di Mekkah (Evan/Jambione.com)

Jambi – Hari ini, Sabtu (18-08-2018), adalah masa krusial bagi para jemaah calon haji (jch). Sebab besok para JCH sudah hatu melaksanakan wukuf di Arafah. Jemaah calon haji harus menjaga kesehatan fisik.

Ketika memasuki puncak ibadah haji, semua jemaah pasti akan mengalami banyak rintangan dari segala hal. Termasuk gangguan kesehatan fisiknya, apalagi bagi kaum lansia.

Tim Petugas Kesehatan Jemaah Haji Kloter 26 BTH Asal Provinsi Jambi, Erna, mengimbau para JCH untuk menjaga kesehatan.

Tim Kesehatan Jemaah Haji Indonesia telah membekali jemaah dengan Alat Pelindung Diri (APD), seperti kacamata, Payung dan kantong tempat sendal. Kemudian sehari sebelum jemaah berangkat ke Armina, petugas akan mengecek setiap kamar untuk memastikan mereka membawa APD dan obat obatan yang diperlukan.

“Khusus jemaah kloter 26 BTH kami petugas kesehatan telah membuat peta kesehatan jemaah risiko tinggi. Kami juga telah membekali jemaah dengan APD atau alat pelindung diri, Kemudian sebelum berangkat ke Armina sehari sebelumnya. Kami akan mengecek semua kamar untuk memastikan bahwa jemaah tidak meninggalkan APD dan obat obatan,"ungkap Erna saat dihubungi Jambione.com via seluler Sabtu (18-08-2018).

Agar kesehatan jamaah haji tidak terganggu selama ibadah di Tanah Suci, khususnya saat wukuf nanti, tim kesehatan Jemaah Calon Haji kloter 26, Erna berbagi tips menjelang ke Armina. Jambione merangkumnya sebagai berikut;.

1. Makan teratur agar tubuh bertenaga dan tidak mudah sakit.

Sayangnya, setiap orang cenderung malas makan saking semangatnya ibadah. Apalagi kalau menu makanannya kurang menggoda. Sebaiknya jangan, sebaiknya Anda tetap makan teratur dengan nutrisi seimbang, yang disajikan oleh panitia haji.

2. Perbanyak minum, jangan menunggu haus.

Ketika wukuf, kegiatan Anda banyak dilakukan di luar ruangan. Pastinya risiko dehidrasi pun besar. Anda harus sering minum air putih, jangan menunggu haus. Waspadai risiko kekurangan cairan dan heat stroke saat di Tanah Suci.

3. Gunakan masker untuk menghindari debu

Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker sangat penting digunakan. Terutama saat keluar pondokan atau tenda termasuk, atau saat antre di toilet di Armina. Debu ada di mana saja, yang bisa memicu infeksi saluran pernapasan.

4. Kurangi aktivitas fisik yang tidak perlu.

Simpan tenaga untuk menyelesaikan wukuf. Jangan melakukan aktivitas fisik berlebihan, mungkin seperti belanja atau pergi ke tempat lain yang bikin Anda penasaran. Perbanyak istirahat jelang wukuf agar tenaga tidak terkuras sia-sia.

5. Peduli serta saling menjaga antar jamaah.

Setiap regu harus mematuhi aturan dari panitia. Saat wukuf pastikan Anda pergi dan pulang bersama-sama dengan teman. Jangan memudahkan diri karena bisa mengganggu aktivitas ibadah Anda yang seharusnya khusyuk.

6. Jangan pinjam pisau cukur.

Saat wukuf Anda dianjurkan untuk mencukur rambut dan sebagainya. Jangan pinjam pisau cukur orang lain, karena mungkin saja bisa menularkan penyakit.

7. Hati-hati saat wukuf di atas tebing.

Ketika di area Armina nanti jangan naik ke atas bukit, tebing atau bebatuan. Jangan pula berbaring di jalan atau dikolong kendaraan yang terparkir.

8. Pilih rute melempar jamarat yang aman.

Biasanya petugas haji akan merekomendasikan rute yang aman. Rutenya akan melalui tenda-tenda jamaah Indonesia dan masuk melalui terowongan. Di jalur tersebut tersebar petugas dan pos kesehatan. Sedangkan jalur lainnya tidak ada perlindungan petugas atau pos kesehatan, sehingga berbahaya jika dilewati jamaah Indonesia.

9. Tidak memaksakan diri melempar jumrah saat sakit dan ikuti aturan.

Melontar jumrah harus mengikuti waktu yang sudah ditentukan oleh pemerintah Arab Saudi. Untuk jamaah Indonesia waktu melontar yang disarankan untuk tanggal 10 Zulhijah yaitu setelah ashar atau setelah maghrib dan pada tanggal 11 Zulhijah setelah Subuh. Jika melontar di waktu selain itu akan berisiko terpapar suhu yang sangat panas dan berdesakan dengan jemaah dari negara lain yang postur tubuhnya lebih besar dari jemaah Indonesia.

10. Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman.

Sangat penting sekali Anda mengenakan pakaian dengan bahan nyaman. Meski sudah diwajibkan menggunakan pakaian sejenis, tapi pilih bahan yang menyerap keringat. Lalu, pakaian harus pas di badan, jangan kebesaran. Pakai alas kakinya pun demikian. Pakailah sandal atau sepatu yang nyaman agar tidak terinjak dengan orang lain. (***)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA