Wafat di Tanah Suci, Jemaah Asal Merangin Dishalatkan di Masjidil Haram

Jumat, 24 Agustus 2018 - 08:57:08 WIB - Dibaca: 2939 kali

Jemaah yang Meninggal
Jemaah yang Meninggal (Doc Kanwil Kemenag Prov. Jambi)

Jambi– Rabu (22/8), Jemaah Haji Asal Kabupaten Merangin telah berpulang ke Rahmatullah bertepatan dengan Perayaan Idul Adha di Indonesia, Jemaah asal Kabupaten Merangin ini bernama Warino Noyo Drono Umur 61 Tahun Alamat Desa Lantak Seribu Pamenang Selatan Merangin wafat di Rumah Sakit An Nur Mekah pada hari Rabu (22/8) pada pukul 11.00 Waktu Arab Saudi.

Warino merupakan Jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 24, Ketua Kloter 24, Zefni Ishaq menyampaikan bahwa Warino sejak awal pemberangkatan sudah dikategorikan sebagai Jemaah resiko tinggi, Jemaah tersebut sudah beberapa kali diobservasi petugas kesehatan kloter saat berada di pemondokan.

“Sejak awal pemberangkatan kami dari petugas kloter dibantu oleh tim  kesehatan terus memantau kesehatan bapak Warino dalam laporan Jemaah ini kami kategorikan sebagai Jemaah resiko tinggi yang harus mendapatkan perlakuan khusus, di pemondokan juga kami sempat melakukan perawatan,” jelas Zefni saat dikonfirmasi Jambi One via seluler, Kamis (22/8/2018).

Tim kesehatan kloter 24, dr Linda Suwardani juga menyampaikan bahwa Jemaah atas nama Warino di diagnosa menderita Cirosis Hepati, Petugas Sempat memberikan perawatan kepada Jemaah saat berada di Pemondokan, sempat membaik  namun setelah beberapa hari kondisi kesehatan Jemaah tersebut menurun akhirnya petugas kesehatan Kloter 24 membawa Jemaah ke Klinik kesehatan Haji Indonesia dikarenakan kondisi yang semakin memburuk Jemaah pun dirujuk ke rumah Sakit An Nur, Mekah, Arab Saudi untuk mendapatkan penanganan Lebih lanjut.

“Diagnosa terakhir jemaah tersebut adalah Cirosis Hepatis, sebelumnya kami lakukan penanganan medis dengan observasi di kamar hotel dan keadaannya membaik, selang beberapa hari kondisinya kambuh lagi lalu kami ambil tindakan untuk dirujuk di KKHI, oleh pihak KKHI dirujuk ke Rumah Sakir An Nuur,“ terang dr Linda Suwardani saat dikonfirmasi Jambi One  via seluler,  Kamis (23/8).

Kepala Kemenag Merangin, H Marwan yang juga satu Kloter dengan almarhum via WhatsApp, mengatakan Jemaah tersebut didiagnosa mempunyai riwayat penyakit liver. Sebelum dimakamkan di Sharae, Almarhum dishalatkan di Masjidil Haram.

Seperti dikutif dari Wikipedia (23/08/2018), Cirosis Hepatis (Sirosis hati) adalah jenjang akhir dari proses fibrosis hati, yang merupakan konsekuensi dari penyakit kronis hati yang ditandai dengan adanya penggantian jaringan normal dengan jaringan fibrous sehingga sel-sel hati akan kehilangan fungsinya. Sirosis ini paling sering disebabkan oleh minuman keras, hepatitis B, hepatitis C dan gemuk penyakit hati tetapi telah banyak kemungkinan penyebab lain.(***)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA