Kepada Pelaku UMKM Keripik Kota Jambi 

Poljam Buat Bimtek Pengembangan SDM Alat Pemotong Keripik Multi Pisau

Selasa, 04 September 2018 - 07:06:07 WIB - Dibaca: 2295 kali

(Eko Siswono/Jambione.com)

 

JAMBI-Politeknik Jambi (Poljam) melakukan Pelatihan Pengembangan SDM dalam bimbingan teknis (Bimtek) terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) keripik melalui Lembaga Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) dalam program Calon Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) 2018.

Dalam pelatihan tersebut, Tim LPPM Jambi memperkenalkan mesin pemotong keripik yang mampu mengefisiensi waktu dan tenaga kerja, serta memberikan pinjaman alat tersebut.

Penanggung Jawab program CPPBT Poljam, Novarini MT, mengatakan program tersebut dapat terlaksana melalui kerjasama antara Politeknik Jambi dengan Kementrian  Ristek Dikti.

"Kegiatan ini dilakukan berkat kerjasama dengan Kemenristek Dikti. Di Jambi ada dua perguruan tinggi yakni kita (Poljam) dan UNJA. Kita mengambil judul mesin pengolahan keripik multi pisau," ungkapnya.

"Di jenis bentuk olahannya ada bentuk stick/serut, pipih bergelombang/chip serta pipih polos bahwa dengan mesin ini maka UMKM terbantu untuk memperbanyak varian/jenis olahan  sehingga meningkatkan taraf ekonomis UMKM,"sambungnya.             

Kelebihan mesin tersebut, kata dia, mampu menghasilkan tiga jenis bentuk keripik  olahan yang dilakukan. Selain itu, dengan menggunakan mesin yang digunakan tersebut akan membuat UMKM lebih menekan segala biaya, baik biaya produksi, tenaga kerja dan waktu,selain juga membantu pekerja untuk bekerja secara ergonomis.

"Dalam satu jam mampu memotong singkong atau talas dan sejenisnya sebanyak 54 kg dengan hanya menggunakan satu tenga kerja. Bandingkan dengan melakukan pemotongan keripik secara manual dapat memakan waktu 4 jam untuk melakukan pemotongan dan membutuhkan 3 orang Tenga kerja," katanya.           

Sementara itu, Anggota CPPBT Poljam, Sukadi mengungkapkan, mesin tersebut hanya membutuhkan arus listrik lebih kurang 185 W sudah mampu melakukan operasi pemotongan keripik. Jika di jual alat tersebut diharga sekitar Rp 7 juta dengan segala kelebihan.

"Mesin ini sekarang sudah terdaftarkan hak patennya di Kemenkumham dan telah memiliki merk dagang dengan nama 'cassava' serta desain mesin telah mempertimbangkan aspek ergonomis juga keselamatan kerja," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini pihaknya akan memberikan hak guna pakai mesin pemotong tersebut kepada lima kelompok UMKM yang tersebar di kota /kabupaten di Provinsi Jambi.

"Kita akan lakukan pengawasan dan pendampingan terhdap pengguna alat dan UMKM nya," tandasnya. 

Pemilik UMKM 7 Putra, Partini mengaku sangat terbantu dengan adanya alat yanng akan segera di hak guna pakaikan tersebut.

"Sangat membantu dengan adanya alat ini. Biasanya dirinya melakukan  pemotongan secara manual dengan parut  dalam 100 kg menghabiskan waktu 4 jam dengan tenaga kerja 3 - 6 orang, saat ini bisa dengan alat tersebut dapat memakan waktu 2 jam dalam 108 kg,"ungkapnya.

Selain itu dengan alat tersebut dapat menghemat biaya produksi termasuk juga tenaga kerja dan  sangat efisien sehingga keuntungan dapat lebih tinggi dari sebelumnya.

“Meski harus mengurangi tenaga kerja tapi ya mudah-mudahan bisa lebih baik karena sangat terbantu," tukasnya. (isw)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA