UPSK Dinsosdukcapil Provinsi Jambi, Menitikberatkan Pelayanan Kesehatan, Konsultasi dan Deteksi Dini

100 Penyandang Disabilitas Tanjabtim Ikuti Kegiatan UPSK

Minggu, 23 September 2018 - 18:23:19 WIB - Dibaca: 2295 kali

UPSK: Kasi Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Abdul Aziz SE MM, saat melakukan pendataan kepada salah satu peserta UPSK di Kabupaten Tanjabtim.
UPSK: Kasi Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Abdul Aziz SE MM, saat melakukan pendataan kepada salah satu peserta UPSK di Kabupaten Tanjabtim. (ANDREY/JAMBIONE)

JAMBI – Dinas Sosial Provinsi Jambi, melalui Bidang Rehabilitasi Sosial, kembali menggelar program unggulanya yakni kegiatan  Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK). Belum lama ini UPSK hadir di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) dan melaksanakan kegiatan selama empat hari yang dimulai dari 17 hingga 20 September 2018 lalu.

Kasi Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Abdul Aziz SE MM, menyatakan, dalam pelaksanaan UPSK ini, menitikberatkan pada pelayanan kesehatan, konsultasi dan deteksi dini tingkat kecacatan pada penyang disabilitas.

Diungkapkan Aziz,UPSK di Tanjabtim melibatkan 100 orang peserta yg terdiri dari Penyandang disabilitas daksa (cacat tubuh/fisik)  41 orang, Disabilitas Sensorik (Rungu wicara,  netra)  orang 44 orang,  disabilitas mental/intelektual 7 orang,  sedangkan disabilitas kombinasi (ganda)  8 orang.

Mantan Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Jambi yang juga Bendahara Umum PW ISNU Provinsi Jambi ini, memaparkan, bahwa pelaksanaan UPSK melibatkan berbagai unsur Pekerja sosial, seperti  tim dokter (dokter umum,  dokter spesialis anak,  dokter spesialis THT,  dokter spesialis Rehab medik dan ortopedy), serta psikolog dari Dinas Kesehatan Provinsi Jambi.

Lanjut Aziz lagi, UPSK merupakan sarana pelayanan yang kegiatannya melakukan diteksi dini kecacatan dan pengecekan kesehatan. Untuk melakukan itu, Dinas Sosial menurunkan tim yakni tim kesehatan, psikologi dan tim pekerja sosial. Setelah data serta pengecekan selesai dilakukan, tim akan melalukan verifikasi kemudian baru diputuskan siapa yang berhak menerima bantuan dari pemerintah.

 “ Seteleh kita melakukan UPSK, tindak lanjutnya nanti tim akan melakukan verifikasi tingkat kecacatan, dari yang ringan hingga berat. Seperti misalnya, tuna netra butuh tongkat untuk jalan, kemudian ada yang membuthkan kursi roda dan ada juga yang membutuhkan kaki palsu. Dan bagi penyandang disabilitas, untuk mendapatkan bantuan itu, maka inilah prosesnya yang harus dilalui,” jelas Azis.

Tidak hanya itu, tindaklanjut hasil kegiatan UPSK Dinas Sosial ini juga, akan membantu para penyandang disabilitas berupa pelatihan atau pendidikan kepada penyandang disabilitas yg memiliki keterampilan dan masih potensial untuk mengembangkan diri. Baik dalam bidangusaha serta bantuan usaha ekonomi produktif berupa modal dan peralatan, dan juga perlengkapan usaha sebagai penunjang dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga penyandang disabilitas. 

Kegiatan UPSK ini, dibuka Bupati Tanjabtim yang diwakili Asisten IISetda Kabupaten Tanjabtim dan ditutup Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Sosdukcapil) Provinsi Jambi yang diwakili Kabid Pemberdayaan Sosial, Merialdi,  SE.

Sambutan Kadis Sosdukcapil Provinsi Jambi, yang disampaikan Merialdi, menyatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan dan memperluas jangkauan pelayanan bagi masyarakat Penyandang Disabilitas secara lebih adil dan merata di Provinsi Jambi.

Selain itu, pemberian alat bantu bagi penyandang disabilitas merupakan salah satu program prioritas nasional dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan mobilitas, komunikasi dan intraksi penyandang disabilitas dalam lingkungan masyarakat secara wajar. “Perlu kami sampaikan bahwa pemberia alat bantu bagi penyandang disabilitas ini memerlukan sinergisitas dan komitmen dari pemerintah daerah melalui OPD terkait untuk mengangkat harkat dan derajat disabilitas,” kata Merialdi.

Sementara itu, Kadis Sosdukcapil Provinsi Jambi, Arief Munandar, saat dikonfirmasi Jambi One melalui via handphone menyampaikan harapannya kepada pemerintah Kabupaten Tanjabtim, untuk mengalokasikan anggaran UPSK melalui APBD agar kegiatan ini dapat berjalan maksimal. Selanjutnya, memprioritaskan layanan administrasi kependudukan bagi penyandang Disabilitas berupa NIK, KTP dan akte kelahiran, sehingga mereka dapat mengakses layanan sosial lainnya.

 “ Kita berharap agar pemerintah daerah Tanjabtim ini, memperbanyak sarana pendidikan khususnya SLB, serta mempersiapkan pelayanan kesehatan, pendidikan dan sarana publik lainnya yang rama bagi penyadang disabilitas,” kata Arief.(rey)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA