Muara Bulian - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batanghari berhasil menemukan 41 kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) selama November 2018.
"Kasus penyakit DBD selama November berjumlah 41 kasus, ini ditemukan selama terjadi musibah banjir," kata Kepala Dinkes Batanghari dr. Hj. Elfie Yennie, MARS, kepada jambionecom, Senin (24/12).
Elfie merinci, DBD juga telah menyerang masyarakat sejak September dan Oktober 2018. Selama bulan September ditemukan 12 kasus dan Oktober ditemukan 10 kasus.
"Total penyakit DBD temuan Dinkes Batanghari tiga bulan terakhir berjumlah 63 kasus," ujarnya.
September 2018, kata Elfie, penyakit DBD ditemukan Puskesmas Muara Bulian dengan jumlah 7 kasus, Puskesmas Tenam 1 kasus, Puskesmas Muara Tembesi 1 kasus, Puskesmas Mersam 1 kasus, Puskesmas Jembatan Mas 1 kasus dan Puskesmas Maro Sebo Ilir 1 kasus.
"Selanjutnya pada Oktober 2018, DBD ditemukan Puskesmas Muara Bulian 2 kasus, Puskesmas Tenam 3 kasus, Puskesmas Muara Tembesi 1 kasus, Puskesmas Pasar Muara Tembesi 2 kasus, Puskesmas Mersam 1 kasus dan Puskesmas Jembatan Mas 1 kasus," tutur Elfie.
Lalu, pada November 2018 DBD ditemukan Puskesmas Muara Bulian 8 kasus, Puskesmas Pasar Terusan 1 kasus, Puskesmas Tenam 3 kasus, Puskesmas Aro 1 kasus.
"Kemudian DBD juga ditemui Puskesmas Muara Tembesi 2 kasus, Puskesmas Pasar Muara Tembesi 3 kasus, Puskesmas Teluk Leban 1 kasus, Puskesmas Durian Luncuk 4 kasus, Puskesmas Jembatan Mas 8 kasus dan Puskesmas Selat 10 kasus. Total November 2018 41 kasus," jelasnya.
Penyakit DBD hasil temuan beberapa Puskesmas menyerang dewasa dan anak-anak. Menurut Elfie, DBD timbul berasal dari nyamuk demam berdarah betina Aedes aegypti.
"Apalagi saat memasuki musim hujan, penyakit ini mulai berkeliaran lewat perantara nyamuk yang membawa virus dengue (demam berdarah). Pasalnya, nyamuk DBD menyukai daerah-daerah air tergenang yang menjadi tempat perkembangbiakannya," tegasnya. (fai)