SAROLANGUN- Setelah melakukan orasi dan mendirikan tenda di halaman gedung Bupati Sarolangun, Rabu (26/12), akhirnya bupati Sarolangun mengajak perwakilan masa untuk melakukan mediasi di rumah dinas Bupati Sarolangun.
Informasi yang didapat, dari ratusan masa yang melakukan aksi, proses mediasi hanya dihadiri sekitar 20 orang sebagai perwakilan masa. Bahkan mediasi dihadiri lansung oleh bupati Sarolangun, Cek Endra, Kapolres Sarolangun dan Dandim Sarko.
Hanya saja proses mediasi yang dilaksanakan sekarang, pukul 12.00 WIB tidak boleh diliput oleh media. Sejumlah media yang mencoba masuk dilarang oleh petugas yang menjaga pintu masuk.
Bahkan terlihat dua orang wartawan yang telah berada di dalam ruangan mediasi menuju pintu keluar. Saat ditanya mengapa keluar, ia mengatakan bahwa wartawan dilarang meliput proses mediasi.
"Dak boleh, nco, kito ngeliput di dalam, diusir kito," ujar Yunus, salah satu wartawan. (wel)