JAMBI – Melalui pelaksanaan Kongres pertama, Puluhan mahasiswa yang tergabung dari sejumlah Perguruan Tinggi yang ada di Jambi, Minggu (27/1) pagi, membentuk Organisasi Himpunan Cendikiawan Mahasiswa Jambi (Hicmaja).
Hicmaja mempunyai visi “Membentuk Mahasiswa Jambi yang Berbudi Luhur, Beradab, Penuh Toleransi, terhadap Semua Perbedaan, Peka terhadap Isu Daerah dan Nasional, Menuju Insan Akademis Organisatoris Demi Terbentuknya Cendikiawan Mahasiswa Jambi yang Berkualitas.
Adapun misinya adalah Pertama, menyelenggarakan kajian berbagai aspek keilmuan, praktek dan pelatihan. Kedua, Menyelenggarakan kegiatan penunjang pendidikan akdemik, Profesi dan advokasi. Ketiga, merealisasikan kegiatan yang identik dengan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Keempat, mengembangkan kerjasama dengan instansi-instansi yang ada di Provinsi Jambi, baik tingkat regional maupun nasional bahkan internasional dalam hal kegaiatan enterpreneurship dan mendapatkan beasiswa bagi anggota Hicmaja.
Hal ini diutarakan M Yusuf, SH yang merupakan inisiator terbentuknya Hicmaja. Disampaikan Yusuf saat pembukaan Kongres Pertama, Hicmaja berdiri dilatar belakangi darisebuah keprihatinan dalam hal gerakan mahasiswa di era moderenisasi saat ini. Yusuf menyatakan, kesadaran sosial dalam gerakan mahasiswa sangat penting, dengan kesadaran sosial yang tinggi maka gerakan-gerakan yang dilakukan mahasiswa akan terarah.
“ Saat ini mahasiswa terjebak pada dinamika kehidonisan dan keapatisan. Kondisi ini membuat mahasiswa minim kreatifitas dan prestasi. Dengan hal inilah Hicmaja didirikan untuk mengembalikan nalar mahasiswa ke arah yang lebih baik. Hari ini mahasiswa Jambi harus memiliki karya dan prestasi. Dan salah satu cita-cita Hicmaja, sebagai cendikiawan muda, setiap keanggota Hicmaja harus mampu menerbitkan sebuah karyatulis ilmiah, baik buku, jurnal dan sebagainya,” kata Yusuf.
Lanjut Yusuf, berbicara mengenai idealisme pada konteks kekinian, idealisme mahasiswa semakin hari semakin memudar, dan ini patut dipertanyakannya. Apakah mahasiswa sekarang masih mempunyai idealisme yang kuat dalam menghadapi realitas yang ada, atau idealismenya tergadaikan dengan tingkah pola yang dilakukanya. Karena Hicmaja, sangat menjunjung tinggi arti dari keidealisan.
“Idealisme ini penting dalam menentukan alur berpikir seseorang, karena jika idealisme saja tidak ada bagaimana bisa seorang mahasiswa membangun jati diri yang sebenarnya,” lanjut Yusuf lagi.
Sementara itu, anggota Dewan Pembina Hicmaja, M Yusuf, S Sos, M Fil, saat memberikan sambutan menyatakan, sangat mendukung terbentuknya Hicmaja di Jambi. Dijelaskannya, bahwa organisasi kajian keilmuan mahasiswa yang ada di Jambi masih sangat sedikit. Sehingga diharapkannya, dengan adanya Hicmaja, akan memperkuat nalar kritis dan kesadaran sosial mahasiswa.
Kolaborasi kajian dan aksi jalanan, akan menjadi kekuatan yang paling utama untuk memperbaiki gerakan mahasiswa sehingga fungsi mahasiswa sebagai agent of change tidak hilang. “Pengaruh modernisasi dan penyalahgunaan kemajuan teknologi tidak kita pungkiri turut menurunkan nalar kritis mahasiswa. Dan hal tersebut tidak bisa kita biarkan begitu saja.Hicmaja harus menjadi solusi dari persoalan ini,” tegas Yusus.
Kongres Hicmaja Pertama ini digelar di Gedung Serba Guna CRC Muarojambi. Dalam musyawarah tersebut, terpilihlah M Yusuf SH sebagai Ketua Umum Pertama Hicmaja Provinsi Jambi, periode 2019-2022. (rey)