Difoto Bagi-Bagi Amplop Kades Pelompek Tampar Panwasludes

Jumat, 22 Februari 2019 - 20:44:17 WIB - Dibaca: 13031 kali

(Saudi Arabia/Jambione.com)

KERINCI - Panitia Pengawas Pemilihan Umum Desa (Panwasludes) di kabupaten Kerinci mengalami tindakan intimidasi dan kekerasan saat melaksnakan pegawasan, pada Jum'at sore (22/02) kemarin. 

Mirisnya lagi, diduga pelaku yang melakukan kekerasan adalah salah seorang oknum kades di kecamatan Gunung Tujuh, karena diduga oknum kades membagikan omplop kepada warga. 

Informasi yang didapat di lapangan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.00 wib, Jumat sore (22/2), saat anggota DPR RI Zulfikar Ahmad, yang juga calon DPR RI Perwakilan Jambi, melaksankan kunjungan Kerja di desa Pelompek, kecamatan Kayu Aro.

"Awalnya kita sebagai Panwaslu kecamatan bersama dengan Panwasludes mengawasi kegiatan anggota DPR RI Zulfikar Ahmad tentang TKI, karena Zulfikar juga Calon DPR RI juga, makanya kita awasi,"jelas Hendi Torial Ketua Panwaslu kecamatan Gunung Tujuh.

Namun, saat bersama juga hadir caleg DPRD Kabupaten Kerinci dari partai Demokrat, pada saat kegiatan terlihat ada yang membagikan amplop kepada warga yang hadir. 

"Sempat saya foto dan saya pun ditarik kades Pelompek atas nama Jurizal, maka terjadi keributan disitu, tapi Panwasludes kami ditampar oleh oknum kades itu,"ungkapnya. 

Tidak hanya Panwasludes ditampar, beberapa Panwaslu kecamatan yang ikut dalam pengawasan itu di intimidasi oleh warga lainnya dilokasi. "Kita intimidasi, padahal kita melaksanakan tugas kita sebagai pengawas pemilu,"katanya.

Atas peristiwa ini, Hendi Torial mengaku akan m embawa masalah ini lewat jalur hukum. "Kita akan laporkan ke Polres Kerinci, sekarang saya dalam perjalanan menuju Polres, ketua Bawaslu kabupaten sudah nunggu di Polres,"tegasnya. 

Pengawas pemilu lanjutnya, bekerja dilindungi oleh undang-undang, sehingga tidak boleh diintimidasi. "Harus ada tindakan tegas dari pihak keamanan," pungkasnya.

Sementara oknum kades Pelompek antas nama Jurizal yang diduga melakukan penamparan, sampai saat ini belum berhasil dikonfirmasi. (sau)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA