Maulana : Kamar Operasi Harus Diubah

Senin, 11 Februari 2019 - 13:42:04 WIB - Dibaca: 1832 kali

SIDAK : Wakil Walikota Jambi, Maulana, melakukan sidak ke RS Abdul Rahman Sayoeti di Seberang dan meminta Dinas PUPR membenahi ruang operasi agar sesuai standar.
SIDAK : Wakil Walikota Jambi, Maulana, melakukan sidak ke RS Abdul Rahman Sayoeti di Seberang dan meminta Dinas PUPR membenahi ruang operasi agar sesuai standar. (Ali Ahmadi/Jambione.com)

JAMBI-Wakil Walikota Jambi melaksanakan pengecekan ke rumah sakit Abdurahhman Sayoeti, Senin (11/2). Dalam pengecekan tersebut ada beberapa hal yang menjadi catatan. Ini juga menjadi salah satu hal yang bisa mempercepat agar rumah sakit yang berada di Seberang tersebut bisa secepatnya bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Disampaikan Maulana, bahwa hingga saat ini RS belum melaksanakan kerjasama dengan BPJS Kesehatan. Sehingga jumlah pasien yang berobat ke sana juga masih sedikit. 

“Untuk yang rawat inap saja hanya 5 hingga 10 pasien dalam satu bulannya. Kan masih sedikit sekali,” ujarnya.

Sehingga dirinya mendorong agar pihak rumah sakit segera melaksanakan percepatan untuk bekerjasama dengan BPJS. Sehingga bisa meningkatkan jumlah pasien.

"Jumlah pasien masih sangat sedikit karena rumah sakit belum ada kerjasama dengan BPJS. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh rumah sakot agar bisa bekerjasama dengan BPJS. Salah satunya harus terakreditasi. Mulai sekarang disusun pokja dan rekrut konsultan untuk membimbing agar proses akreditasi bisa berjalan cepat. Ini akan terus saya pantau," katanya.

Dikatakannya bahwa ada beberapa hal yang harus dilakukan dan diubah dalam pembangunan rumah sakit, misalnya ruang operasi tidak boleh ada sudut. Contoh lain saat berkunjung ke dapur rumah sakit, Maulana pun memberikan catatan bahwa dapur tidak boleh melewati kamar pasien. Terutama saat menyerahkan makanan ke kamar pasien.

"Misalnya kamar operasi tidak boleh ada sudutnya. Tinggal tambah keramik saja. Untuk dapur harus ada dibuat pintu keluar yang berbeda. Jangan melewati kamar pasien seperti ini. Harus lewat pintu lain,” tambahnya.

Untuk itu juga Maulana meminta Dinas PUPR yang melaksanakan pembangunan agar bisa berkoordinasi untuk memenuhi standar rumah sakit yang benar. "Makanya saya ajak Dinas  PU untuk mengontrol proses pembangunan agar rmemenuhi kaidah akreditasi,"ujarnya. (ali/adv)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA