Diresmikan Langsung oleh Menteri ESDM

Setelah 11 Tahun, Sarolangun Akhirnya Punya GI

Selasa, 05 Maret 2019 - 11:07:30 WIB - Dibaca: 2015 kali

KELISTRIKAN: Bupati Sarolangun, Cek Endra saat mendampingi Menteri ESDM meresmikan Gardu Induk Listrik di Dusun Tanjung Rambai Kelurahan Gunung Kembang Kecamatan Sarolangun dengan kapasitas 150 KV.

 
KELISTRIKAN: Bupati Sarolangun, Cek Endra saat mendampingi Menteri ESDM meresmikan Gardu Induk Listrik di Dusun Tanjung Rambai Kelurahan Gunung Kembang Kecamatan Sarolangun dengan kapasitas 150 KV.   (Paradil Iwel/Jambione.com)

 

SAROLANGUN- Kurang lebih 11 tahun kabupaten Sarolangun ingin mewujudkan memiliki Gardu Induk (GI) listrik, akhirnya tercapai sudah, tepatnya di Dusun Tanjung Rambai Kelurahan Gunung Kembang Kecamatan Sarolangun Dengan kapasitas 150 KV.

Keberadaan gardu induk itu tentunya berkat kerja keras semua pihak khususnya Bupati Sarolangun beserta jajaran dengan bekerjasama pihak PLN Wilayah Sarolangun Bangko. untuk meminta bantu agar kementrian ESDM membangun Proyek Gardu tersebut.

Atas hasil itu, membuat pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Sarolangun merasa senang, sebab dengan itu bisa menjamin pelayanan listrik lebih baik lagi kedepannya sehingga mampu mendorong percepatan ekonomi masyarakat setempat.

Tidak tanggung tanggung tanggung keberadaan proyek Gardu induk itu langsung diresmikan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan, didampingi Gubernur Jambi Fakhrori Umar dan Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra, Minggu (03/3) kemarin.

Bupati Sarolangun Cek Endra dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada menteri ESDM yang telah meluangkan waktunya untuk mengunjungi Kabupaten Sarolangun, untuk meresmikan Gardu Induk Sarolangun.

“Sudah hampir 11 tahun pak kami merindukan gardu induk ada di Sarolangun, selama ini GI kami ada di Merangin hari ini insa allah akan lebih terang. Kami juga berterima kasih pak menteri dalam memberikan percepatan perizinan pt semen batu raja di sarolangun. Pak menteri ini ditarok di perhubungan, selesai kereta api. Ditarok di esdm, terang semua Indonesia,” ujar Cek Endra.

Sementara itu, dalam sambutannya Menteri Jonan mengatakan bahwa sekarang listrik sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat, sehingga semua daerah harus bisa menikmati listrik tanpa terkecuali.

“Jadi 4 infrastruktur yang kita resmikan itu merupakan bagian dari sistem kelistrikan trans Sumatera. Mudah-mudahan sebelum akhir tahun ini jaringan listrik trans Sumatera akan selesai. Jadi listrik yang bisa dinikmati semua wilayah di Sumatera akan sama, baik di Sumsel, Lampung, Jambi akan sama,” ungkap Menteri Jonan.

Jonan menambahkan bahwa rasio elektrifikasi nasional akhir tahun lalu sebesar 98,3%, dan tahun 2019 ditargetnya mencapai 99,9%, 

“Tentunya di provinsi Jambi juga bisa mencapai itu,” terangnya.

Di lain sisi, Jonan menerangkan bahwa pada tahun 2018, Kementerian ESDM telah bangun 506 unit sumur bor di 27 provinsi termasuk 12 unit di 6 kabupaten di Provinsi Jambi. Sumur-sumur tersebut mampu melayani 38.952 jiwa penduduk. Adapun 2 dari 12 sumur bor di Jambi telah kami resmikan pertengahan tahun lalu.

Sebagaimana diketahui 6 titik sumur bor air tanah di Provinsi Jambi tersebut berada di Kabupaten Sarolangun, Batanghari, Muaro Jambi, Tebo, Bungo, dan Merangin.

“Yang paling pas pak Gubernur Jambi mengajukan usulan program air bersih untuk 5 tahun. Misalnya 200 unit. Karena 200 unit itu bisa memberikan layanan air bersih hingga 700 ribu orang. Itu sekitar 20% masyarakat Jambi,” pungkasnya. (wel)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA