Illegal Drilling di Masih Marak, Pemerintah Diam

Selasa, 19 Maret 2019 - 11:14:00 WIB - Dibaca: 2322 kali

(ist/Jambione.com)

BATANGHARI- Aktivitas pengeboran sumur minyak ilegal (illegal drilling) di kawasan Desa Pompa Air Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari masih marak. Bahkan, aktivitas ilegal itu cukup dekat dengan Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Pertamina. Namun, anehnya tidak ada tindakan tegas dari aparat terkait.

Pantauan di lapangan, Senin (18/3) kemarin, para penambang terlihat bebas melakukan aktivitas pengeboran di puluhan titik sumur ilegal. Puluhan mobil pengangkut minyak mentah hasil tambang ilegal itu juga terlihat bebas berlalu lalang di jalan umum. Bereredar informasi  mobil mobil pengakut minyak mentah ilegal itu juga melewati wilayah keja pertamina.

Aparat kepolisian yang sebelumnya sempat melakukan upaya pertiban pun tidak terdengar lagi. Salah seorang sumber menyebutkan, saat terjadi ledakan yang menewaskan satu penambang beberapa waktu lalu, polisi memang gencar turun ke lokasi melakukan penertipan dan penutupan sumur. Ketika itu aktivitas penambangan memang sempat terhenti.

Namun, belakangan aktivitas penambangan marak lagi. Hingga kemarin belum ada tindakan dari aparat kepolisian. ‘’ Semua sudah dikondisikan. Kemaren kemaren (pasca ledakan) memang polisi sempat gencar melakukan penertipan. Sudah itu senyap lagi,’’ kata sumber ini.

Pihak Pertamina ketika dikonfirmasi mengatakan, aktivitas illegal drilling itu berada di luar WKP Pertamina. Sehingga pihaknya tidak punya wewenang melakukan tindakan. “ Aktivitas illegal drilling di Desa Pompa Air dan Bungku itu secara kepemilikan adalah hak masyarakat. Bukan kepemilikan kita,’’ kata Asset 1 PR and Government Relation Assistant Manager Pertamina Jambi Andrew saat dihubungi via ponsel, Senin (18/3) kemarin.

Memang lanjut dia, Pertamina punya satu sumur di Desa Bungku. Sumur BPT 01 tersebut awalnya lahan masyarakat. ‘’Lalu pertamina melakukan pembebasan lokasi (lahan) menjadi wilayah pertamina,”jelasnya.

Mengenai infromasi mobil pengangkut minyak hasil illegal drilling melewati wilayah Pertamina, Andrew memastikan itu tidak ada. “Kalau masuk ke komplek pertamina saya pastikan tidak ada. Karena kita sudah pasang rambu-rambu dan kami lakukan patroli. Ini berdasarkan konfirmasi dari security di lapangan,”tegasnya.

Andrew juga membantah informasi adanya keterlibatan petugas security Pertamina dalam aktivitas illegal drilling. Apalagi bekerja sama. Kalau memang ada bukti, dia minta ditunjukkan. Dia memastikan akan ada sanksi yang sangat tegas. ‘’ Kalau masuk ke perkampungan, mungkin mereka ke lokasi BPT 01.k Kami memang ada satu sumur di Desa Bungku. Sumur tersebut  kami bor tahun lalu,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Batanghari AKBP M Santoso belum bisa dikonfirmasi. Saat koran ini mendatangi Polres Batanghari, Senin siang, kapolres tidak berada ditempat. Rencananya kapolres akan memberi keterangan pada hari ini. (jo1)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA