Siswa MIN Diduga Disodomi Kakak Kelas

Selasa, 19 Maret 2019 - 11:15:10 WIB - Dibaca: 2100 kali

(Eko Siswono/Jambione.com)

JAMBI - Seorang siswa salah satu Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kota Jambi berinisial AT diduga disodomi oleh kakak kelasnya sendiri AR. Aksi tak senonoh terhadap AT itu dilakukan AR di belakang toilet (WC) sekolah pada Jumat, 8 Maret 2019 lalu. Kasus ini sedang ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jambi dan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Jambi. Senin (18/3) kemarin dilakukan reka ulang di lokasi kejadian.

Menurut sumber yang minta namanya tidak disebutkan, kejadian pada Jumat (8/3) itu berawal saat AT, siswa kelas 1 pergi ke toilet hendak buang air kecil. Tiba tiba datang kakak kelasnya AR, siswa kelas IV. Si pelaku langsung menarik AT ke belakang WC dan berusaha melucuti celana korban.

‘’ Sebenarnya korban berusaha melawan. Namun kalah fisik sehingga tidak bisa berbuat banyak. Maka terjadilah peristiwa itu. Akibatnya korban mengalami memar pada bagian anus,’’ jelasnya.

Kejadian ini terungkap saat korban main ke rumah neneknya sepulang sekolah. Neneknya curiga melihat sang cucu jalannya sedikit mengangkang. Lalu sang nenek dan ibu langsung memeriksa kondisi AT. Saat itu didadapti bagian anus dan kemaluan AT mengalami memar berwarna merah. " Ketika itu dikasih obat salep. Dan anak itu cerita telah dilakukan sesuatu oleh kakak kelasnya," kata sumber ini.

Setelah mendengar cerita anaknya, orang tua korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jambi dan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Jambi. " Sebagai tindaklanjut laporan tersebut, hari ini (Senin kemarin) dilalukan reka ulang di sekolah," katanya.

Kepala UPTD PPA Provinsi Jambi, Asi Novrini saat ditemui di ruangannya mengatakan kejadian pelecehan seksual tersebut terjadi di salah satu MIN di Kota Jambi. Korbannya siswa Kelas 1 berinisial T. Sedangkan yang diduga pelakunya berinisial Y, siswa kelas IV. " Menurut pengakuan korban, dia dilecehkan oleh kakak kelasnya berinisial Y (laki laki)," katanya.

Menurut Asi, saat ini kasus dugaan sodomi itu ditangani pihaknya dan unit PPA Polda Jambi. Masih dalam tahap penyelidikan." Saat ini kita dan anggota polisi sedang mendalami kasus ini. Tadi pagi (Senin) pihak kepolisian melakukan rekonstruksi ulang di TKP,"jelasnya.

Lebih lanjut Asi mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar sepekan yang lalu. Pihaknya mendapat laporan dari orang tua korban dan langsung mereka tindaklanjuti. ‘’ Menurut keterangan sang anak, peritiwa itu terjadi saat jam istirahat di belakang toilet. Korban mengaku diajak kakak kelasnya ke belakang WC sekolahan. Lalu disana korban dilecehkan oleh kakak kelasnya itu," ungkapnya. 

Apakah ada kemungkinan korban lain? Menurut Asi, pihaknya masih melakukan pendalaman. "Masih coba kita kembangkan bersama penyidik," sebutnya. Saat ditanya kemungkinan pelaku juga pernah menjadi korban, Asi belum bisa memastikan.

Menurut dia, kemungkinan itu bisa saja terjadi. ‘’Seperti pengalaman kasus kasus yang sudah ada, biasanya pelaku pernah jadi korban. Sehingga tahu atau karena pengguna Gadget (Ponsel) akibat penggunaan internet," pungkasnya.

Terpisah, Kepala MIN, Suyanto ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada penyidik. Dia tidak bisa berkomentar banyak terkait hal itu. "Iya, kita serahkan sepenuhnya ke penyidik," katanya saat dihubungi via telefon, Senin (18/3) sore.

Saat ditanya kondisi kedua belah pihak, Menurut Suyanto, saat ini korban tidak masuk sekolah lagi. Sedangkan kakak kelasnya yang diduga pelaku masih sekolah. "Kalau kakak kelasnya masih. Tapi adiknya kelas nya tidak lagi (masuk) sepertinya,"ucapnya.

Lalu mengani sanski atau tindakan yang dilakukan sekolah, Suyanto belum mau berkomentar banyak. "Semua tunggu hasil penyidikan ya," tutupnya. 

Sementara itu, Kasubdit IV PPA Ditreskrimum Polda Jambi, AKBP Manurung saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah melakukan reka ulang di lokasi kejadian, di MIN Kota Jambi. " Iya, tadi tim turun tapi saya belum terima hasil laporan nya,"katanya.

Dia mengaskan, reka ulang tersebut dilakukan untuk mempertegas dugaan yang dilaporkan oleh korban." Kalau mau simpulkan belum bisa karena laporan belum masuk. Saya rapat seharian sama kejaksaan dan pengadilan tadi. Kalau mau lengkap besok saja ke kantor," pungkasnya. (isw)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA