Tahap Awal Ada 6 Koridor

Penumpang Bisa Dijemput Dimana Saja

Minggu, 21 April 2019 - 12:57:07 WIB - Dibaca: 1762 kali

(ist/Jambione.com)

JAMBI- Bus Rappid Transit (BRT) direncanakan akan segera hadir di Kota Jambi sebelum hari raya Idul fitri, 2019 ini.

Dikatakan Walikota Jambi Syarif Fasha bahwa Pemkot Jambi sudah menjajaki kerjasama dengan pihak swasta. Nantinya BRT ini akan hadir seperti capsule bus atau mobil engkel yang bermuatan 14 penumpang termasuk dengan sopir.

Menurut Fasha dimana saja posisinya penumpang bisa dijemput menggunakan BRT dengan sistem online.

 "Untuk awal ini akan dibuka 5 sampai dengan 6 koridor, dimana saja lokasi penjemputan," kata Fasha.

Menurutnya angkot ke depan tidak akan mati, karena, angkot akan berperan sebagai pengumpan titik kumpul. "Nanti angkot yang mengumpan di lorong-lorong kecil, baru nanti penumpang naik di koridor yang sudah ada," jelasnya.

Fasha menargetkan harus ada 100 bus yang tersedia agar BRT ini terus berkembang. Namun menurutnya sebelum Lebaran ini akan hadir 5 bus sebagai percobaan. Pihaknya saat ini masih membuat jalur koridor, serta menyesuaikan tarif.

"Saat ini busnya masih dipesan di karoseri, kalau tidak terkejar paling lambat awal Juli sudah bisa diakses," katanya.

Sebelumnya diberitakan BRT akan hadir dengan berbagai kenyamanan bagi para penumpang. Selain bisa dipesan seperti ojek online, BRT juga dilengkapi dengan peta yang bisa disesuaikan dengan koridor bus yang tersedia. 

Selain itu, pada capsule bus akan dilengkapi dengan berbagai keamanan dan kenyamanan. Seperti kamera CCTV, free wifi, tujuan bisa disesuaikan, dan pembayaran dilakukan dengan nontunai. 

Sementara Kadis Perhubungan Kota Jambi, Shaleh Ridho, mengatakan untuk koridor dalam kota akan menggunakan jenis pakai engkel dengan kapasitas 14 penumpang. 

"Bus nya murni dari swasta. Untuk jalur lingkar akan diisi bus yang lagi diajukan bantuan ke kementerian," tambahnya.

Dikatakan Shaleh Ridho bahwa nantinya angkutan kota akan dijadikan sebagai umpan (feeder). Angkutan kota akan menjemput warga di wilayah pemukiman, lalu setibanya di jalur protokol bisa langsung naik bus sarana angkutan umum (SAUM). (ali)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA