Menyikapi Viralnya Pemberitaan dan Informasi Bohong di Medsos

PMII Ajak Masyarakat Percayai KPU dan Bawaslu

Senin, 22 April 2019 - 19:25:22 WIB - Dibaca: 1865 kali

Ketua Umum PKC PMII Provinsi Jambi, Ramazani Novanda.
Ketua Umum PKC PMII Provinsi Jambi, Ramazani Novanda. (Andrey/Jambione.com)

JAMBI – Pengurus Kordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Jambi, menyikapi maraknya pemberitaan dan penyebar luasan informasi bohong di media sosial (Medsos)  pasca penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) serentak yang digelar pada 17 April 2019 lalu.

Ketua Umum PKC PMII Provinsi Jambi, Ramazani Novanda menyatakan, PMII prihatin dengan situasi politik Indonesia saat ini pasca Pemilu. Dengan hal itu PMII mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia khsususnya masyarakat Provinsi Jambi, untuk tidak gampang percaya dengan pemberitaan dan informasi dari media sosial, serta tidak ikut-ikutan mengviralkan informasi yang belum tentu kebenaranya.

Novan panggilan akrab Ketum PKC ini menyatakan, terkait dugaan adanya sejumlah persoalan teknis yang terjadi saat pemungutan suara. PMII berharap kepada masyarakat untuk lebih percaya kepada pihak penyelenggara Pemilu yakni KPU dan Bawaslu sebagai lembaga yang berwenang untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut. 

“Lebih baik kita masyarakat, kita serahkan kepada pihak Bawaslu yang lebih berhak menyelesaikan apabila ada persoalan yang terjadi, baik itu pemungutan ulang maupun pemungutan lanjutan yang diusulkan kepada KPU,” kata Novan.

Selain itu, PMII juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang masuk dalam tim pemenangan kedua Calon Presiden dan Wakil Presiden, untuk menghormati proses rekapitulasi suara yang kini dilakukan KPU. Oleh karena itu PMII mengaharapkan agar masyarakat bisa menahan diri dalam menyikapi hasil perolehan suara pemenang capres dan cawapres yang sifatnya masih sementara, dengan tidak melakukan aksi-aksi anarkis serta mengeluarkan bahasa yang bersifat provokasi.

“Kita ingin masyarakat bersabar menunggu hasil resmi KPU, siapapun yang menjadi pemenang dalam pertaurangan merebut RI 1 ini, kita harus tetap saling menghormati dan menjaga persatuan kita dalam kehidupa berbangsa dan bernegara,” kata Novan.

"PKC PMII Jambi berharap kepada pendukung kedua pasangan calon untuk menahan diri sehingga tidak menimbulkan Hoax dan ujaran kebencian, yang mampu menghancurkan persatuan dan kesatuan bernegara, tidak perlu memprovokasi, dengan menggunakan isu-isu yang tidak jelas,” sambung Novan lagi. 

Dalam kesempatan ini juga, PMII mengapresiasi kinerja TNI dan Polri yang selalu siap menjaga keamanan dan ketentraman disetiap tahapan Pemilu.

Sebagai organisasi yang mengkedepankan keislaman dan keindonesia, PMII menyatakan sikap yakni, Pertama percaya sepenuhnya terhadap netralitas KPU. Kedua, mendukung kinerja KPU sampai pengumuman hasil pileg dan pilpres. Ketiga, turut berduka cita atas meninggalnya beberapa penyelenggara pemilu di KPPS serta anggota Polri yang meninggal saat melakukan pengamanan Pemilu. “Mereka pantas diberi gelar pahlawan demokrasi. Untuk mengormati jasa para pahlawan demokrasi itu, PMII menggelar do'a dan tahlilan bersama,” tutup Novan. (rey)  



Tags:


BERITA BERIKUTNYA