MERANGIN- Jumlah Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Jambi yang meninggal dunia karena bertugas bertambah jadi tiga orang. Korban meninggal yang teranyar bernama Wajdi, anggota KPPS Kelurahan Dusun Bangko Kecamatan Bangko Kabupaten Merangin. Wajdi diketahui meninggal pukul 13.00 Wib, Jumat (26/4) kemarin.
Komisioner KPU Kabupaten Merangin, Shobirin membenarkan Wajdi yang dipercaya sebagai anggota KPPS 14 Kelurahan Dusun Bangko meninggal dunia. ‘’Iya beliau meninggal. Sekarang saya lagi mau menuju kediaman beliau," kata Shobirin, Jumat sore.
Informasinya, sebelum meninggal, almarhum sempat dirawat di Rumah Sakit Kolonel Abundjani Bangko. Salah seorang kerabat almarhum, Najamudin mengungkapkan, Wajdi mengeluh sakit di bagian perut pada Kamis (25/4) malam. Lalu, pukul 23.00 WIB pihak keluarga membawa almarhum ke rumah sakit.
Hasil pemeriksaan dokter, almarhum mengidap hipertensi (darah tinggi). Sempat menjalani perawatan, almarhum akhirnya wafat sekira pukul 13.00 WIB, Jumat kemarin.
‘’ Keluarga besar KPU Kabupaten Merangin mengucapkan turut berbela sungkawa atas meninggalnya anggota KPPS TPS 14 Kelurahan Dusun Bangko,’’ kata Sobirin, komisioner KPU Merangin.
Menurut dia, KPU Kabupaten Merangin memberikan penghormatan yang sebesar besarnya atas dedikasi almarhum dalam mnyukseskan Pemilihan Umum tahun 2019.
"Data almarhum akan dikirim ke KPU RI melalui KPU Provinsi Jambi untuk mendapatkan penghargaan dan santunan atas jasanya sebagai pejuang demokrasi," katanya.
"Kepada penyelenggara lain yang saat ini masih dalam keadaan sakit, kami mendoakan semoga segera diberi kesembuhan," pungkasnya.
Sementara itu, secara nasional, jumlah Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal karena bertugas terus bertambah. Data terakhir, Jumat siang, totalnya sudah 230 orang. Ini belum termasuk Wajdi yang meninggal di Merangin. Sebelumnya, ada dua petugas pemilu di Jambi yang meninggal. Yakni di Muarojambi dan Kota Jambi. Kemudian yang dirawat karean sakit angkanya sudah mencapai ribuan.
“Update data 26 Apri 2019, pukul 12.00 WIB wafat 230, sakit 1.671 orang. Sehingga total 1.901 petugas KPPS,” ujar Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz Viryan, Jumat (26/4).
Terpisah, Komisioner KPU, Hasyim Asy’ari mengatakan, pemerintah lewat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga telah sepakat untuk memberikan santunan kepada petugas KPPS yang meninggal dunia. “Tentu saja untuk yang meninggal dunia sedang menyiapkan santunan,” katanya.
Untuk jumlah nominal santunan setiap korbannya, Hasyim mengaku KPU masih belum mengetahuinya. Karena hal ini sudah ranahnya Kementerian keuangan (Kemenke). KPU juga sampai saat ini terus menjalin komunikasi intens terakit hal itu. “Karena ini biayanya harus bicara dengan Kemenkeu standartnya seperti apa santunan dan kematian,” ungkapnya.
Sebelumnya, Viryan mengatakan, dengan banyakanya kasus petugas KPPS yang meninggal dunia, KPU berharap tidak ada lagi pemilu yang dilakuan secara serentak.
“Pemilu serentak dengan lima kotak suara cukup sekali saja. Jangan lagi dilaksanakan,” ujar Viryan.
Menurut Viryan banyaknya petugas KPP yang meninggal menjadi harga yang sangat mahal bagi penyelenggara demokrasi lima tahunan di Indonesia. Sehingga dia berharap jangan ada lagi korban yang meninggal ataupun yang sakit. “Kami juga merasakan khususnya temen-temen, kami di daerah ini harga yang sangat mahal untuk demokrasi,” katanya.(isw/jpg)