JAMBIONE.COM, JAMBI - Pemilu legislatif (pileg) 2019 menjadi ‘’petaka’’ bagi caleg incumbent. Hampir merata di seluruh kabupaten-kota dan Provinsi Jambi, para caleg patahana bertumbangan. Sebagian besar yang mendapat kursi adalah caleg caleg baru dan muda.
Di Kota Jambi misalnya. Dari 35 kursi DPRD Kota Jambi, 19 orang sudah dipastikan wajah baru. Dari hasil perhitungan suara sementara, terdata sedikitnya 15 caleg incumbent sudah dipastikan tidak dapat kursi alias tumbang. Terbanyak dari Hanura, yakni 4 orang. Kemudian dari Demokrat tercatat tiga caleg incumbent gugur. Disusul PDIP 2 orang, PAN 2 orang, dan Golkar dua orang.
Kemudian, ada juga dari PBB dan PPP. Selain tidak dapat kursi, ada juga empat caleg imcumbent di Kota yang maju di DPRD Provinsi Jambi. Itupun mereka belum tentu dapat kursi. Sekarang mereka masih harap harap cemas, karena penghitungan suara masih berlangsung.
Ketua DPC PDIP Kota Jambi, Fauzi mengatakan kurangnya sosialisasi menjadi pemicu utama kegagalan para caleg incumbent. Kata dia, banyak caleg yang terbantu dengan suara partai. Khusus untuk DPRD Kota Jambi, ada dua incumbent dari partainya yang kemungkinan gagal lolos. "Kurang sosialisasi. Jarang turun ke lapangan," ujarnya.
Meski demikian, Fauzi optimis partainya memperoleh 7 kursi di DPRD Kota Jambi.
Menurut dia, kegagalan incumbent tersebut ditutupi oleh pendatang baru yang mungkin memiliki hubungan baik dengan masyarakat di dapilnya masing-masing. "Ada substitusi, jadi tidak sampai mengganggu suara partai," katanya.
Di Kabupaten Bungo, kondisinya hampir serupa. Dari 28 orang caleg incumbent yang ikut bertarung pada pileg 2019, hampir separuh tidak mendapat kursi. Mereka kalah saing dengan caleg pendatang baru dalam menggalang dukungan dari masyarakat.
Kendati belum ada penetapan hasil pemilu 2019 oleh KPU, numun siapa -siap caleg yang berpeluang besar duduk di kursi legislatif sudah bisa terlihat. Mereka masing-masing memiliki saksi dan memegang data C1. Bedarsarkan real count internal partai maupun sejumlah lembaga lainya yang melakukan hitung cepat. Dari 35 kursi DPRD Bungo periode 2019-2024 50 persen akan diisi wajah baru.
Pakar Politik dari STIA Bungo, Burhanudin mengatakan rata -rata incumbet kalah karena lima tahun duduk di DPRD tidak pernah berbuat. Selain itu ada juga yang bertarung ke tingkat provinsi dan pusat. ‘’ Pemilu serentak 2019 ini sangat kurang menguntungkan bagi partai politik. Karena masyarakat hanya melihat calon presiden dan wakil presiden, mereka tidak paham dengan caleg,"kata Ketua Kampus STIA Bungo ini.
Lalu di Kerinci, para caleg incumbent juga bertumbangan. Meski belum ada pengumuman resmi dari KPU, namun banyak prediksi kursi Anggota 2019 akan diisi wajah baru. Bahkan, komposisi pimpinan DPRD periode 2019-2024 juga diprediksi akan terjadi perubahan. Jika sebelumnya, pimpinan DPRD diisi oleh Gerindra, PDIP dan Golkar. Periode lima tahun ke depan bakal dikuasai oleh Gerindra, PAN dan PKB.
Prediksi ini dibenarkan Ketua DPD PAN Kerinci, Yuldi Herman. Menurut dia, berdasarkan quick count dari sejumlah lembaga survei, untuk sementara PAN di Provinsi Jambi berada peringkat tiga. Sebelumnya pada Pemilu 2014 lalu PAN berada di peringkat lima.
Dengan raihan suara ini, Yuldi optimis bisa meraih kursi terbanyak untuk DPRD Kerinci 2019 ini. "Ya kita lihat dari hasil Pileg di setiap Dapil di Kerinci semuanya sesuai dengan target yang telah ditentukan. Kita juga optimis dapat kursi pimpinan DPRD Kerinci,"katanya.
Ketua DPC Gerindra Kabupaten Kerinci, Edminuddin mengatakan berdasarkan data C1 dari Lima Dapil yang masuk, Gerindra kembali mempertahankan kursi pimpinan dewan. "C1 setiap Dapil sudah masuk. Kita optimis bisa mempertahankan kursi ketua," sebutnya.
Meski demikian, pihaknya tetap menunggu hasil pleno KPU. "Lima kursi tetap kita pertahankan. Kita tinggal menungu pengumuman dari KPU Kerinci," ujarnya.
Berbeda dengan PAN dan Gerindra, pileg kali ini PKB untuk pertama kalinya diprediksi mendapat suara terbanyak. Ketua Badan Saksi Pemenangan PKB kabupaten Kerinci, Mensediar mengatakan, sejauh ini pihaknya terus melakukan rekapitulasi di setiap Dapil. Meski belum final, namun dia sangat optimis bisa mengisi semua Dapil.
Ketua DPC PKB Kerinci, H. Zamri juga mengungkapkan hal yang sama. Malah menurut dia, keberhasilan ini merupakan sejarah baru di bagi PKB di Kerinci. "Mudah-mudahan tidak meleset dari hitungan sementara. Kita juga berharap akan ada sejarah baru di Kerinci, yakni PKB bisa mendudukkan 5 anggota dewan," katanya.
Dari Batanghari dilaporkan, sebagian besar caleg patahana juga tidak dapat kursi. Partai Golkar misalnya. Menurut Sekretaris DPD Partai Golkar Batanghari, Zaidan, dari ada lima caleg incumbent yang maju kembali pada pileg 2019, hanya tida yang dipastikan dapat kursi. Yakni Yuninta Asmara, Sirojuddin dan Jaafar. Sementara dua lagi kalah saing dengan caleg pendatang baru.
Nasib serupa juga menimpa DPC Partai Gerindra Batanghari. Partai besutan Prabowo Subianto ini hanya mampu mengirim satu dari tiga caleg petahana menuju gedung parlemen. "Caleg petahana yang berhasil hanya satu atas nama Najamuddin dengan perolehan suara sekitar 2.400," kata Ketua DPC Partai Gerindra Batanghari, Aminuddin melalui sambungan telepon.
Kemudian, Ketua DPD PKS Batanghari, Margono mengatakan, dari dua caleg incumbent yang maju, satu orang sudah dipastikan gagal dapat kursi. "Dapil 1 masih perhitungan suara. Dapil 2 caleg baru, Dapil 3 kosong dan Dapil 4 caleg baru," ujarnya.
Pernyataan mengejutkan datang dari Ketua DPC PKB Batanghari, Elpisina. Dua caleg petahana harus mengakui keunggulan pendatang baru. "Berdasarkan input data sementara internal PKB, tidak ada caleg petahana yang duduk," kata Wakil Ketua DPRD Batanghari ini.
Caleg petahana partai Nasdem juga gagal menuju parlemen. Sekretaris Nasdem Batanghari, Rahmad mengatakan, hanya ada satu caleg petahana berlaga dalam pemilu 2019.
"Caleg petahana "lewat" dengan caleg baru," katanya.
Pernyataan sedikit berbeda disampaikan Sekretaris DPD PAN Batanghari, Sasmi Irawan. Dia menyebutkan semua caleg petahana berpeluang kembali menuju kursi DPRD Batanghari. "Untuk dapil 1 ada nama Hermayati Rosari, suara teratas dan perolehan suara Narsul (petahana) berada pada urutan ketiga setelah Heri Candra. Sementara dapil 2, Azizah dan Muhammad Zen merupakan peraih suara teratas. Dapil 3 perolehan suara teratas ditempati Anita Yasmin dan caleg petahana Baharudin. Lalu dapil 4 caleg petahana Mahdan," jelasnya.
Ketua DPC Partai PPP Batanghari, Gun Harapan mengklaim berhasil meraih empat kursi. "Alhamdulillah empat dapil terisi semua. Caleg petahana masih berpeluang. Namun saya belum bisa menyebut nama, kita tunggu saja pleno KPU," katanya.
Lalu, Ketua DPC PDIP Batanghari, Ibrahim mengatakan sejauh ini caleg petahana PDIP masih mendapat kepercayaan masyarakat. "Untuk sementara ini tiga petahana masih berpeluang duduk kembali sebagai DPRD Kabupaten Batanghari," katanya.
Caleg petahana Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Batanghari berasal dari daerah pemilihan 3 dikabarkan tidak mampu bertahan. Pada pemilu 2014 lalu, Hanura hanya mampu mengirim dua wakilnya duduk di parlemen.
Dari Tanjab Barat dilaporkan sebagian besar anggota DPRD Tanjab Barat periode 2019-2024 diprediksi bakal diisi wajah baru. Dari puluhan nama caleg terpilih yang mencuat ke publik ini, beberapa diantaranya adalah nama caleg incumbent. Diantaranya Hasmeli, Cici Halimah, Dedi Hadi, Nurasiah, Mulyani,Hamdani,Budi Azwar,H. Assek, H. Saifuddin,dan Ahmad Jakfar.
Sedangkan sisanya harus rela meninggalkan kursi empuk wakil rakyat. Lantaran suara yang diperoleh tidak mencukupi untuk menjadi jembatan penghubung ke Gedung DPRD. Rahman, salah seorang tokoh masyarakat Tanjab Barat menyebutkan, 60 persen anggota dewan yang terpilih adalah wajah baru. Dia berharap, dengan anggota dewan baru ini akan tercipta perubahan yang nyata. Mampu mengedepankan kepentingan warga.
Kondisi serupa juga terjadi di Sarolangun. Meski belum ada penetapan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), namun nama-nama Caleg yang diprediksi akan terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Sarolangun periode 2019-2024 mulai mencuat di tengah masyarakat.
Nama-nama yang muncul didominasi wajah baru. Bahkan diprediksi lebih dari separuh anggota DPRD Sarolangun nantinya merupakan wajah baru. Dirangkum dari berbagai sumber dan pengumpulan data di lapangan, Caleg yang berpeluang duduk di kursi DPRD Sarolangun dari Dapil I, yakni Yusuf Helmi (Golkar), Ronald Pasaribu dan Asrin Amer (Demokrat), H Zulkifli (PKS), dan Ade Putra (PAN).
Nama laina yang diprediksi terpilih dari Dapil I yakni Hurmin (PPP), Muhammad Fadlan Arafiqi (PKB), Zulkifli Sudin (Golkar), dan Abdul Basid (Geindra), yang semuanya adalah incumbent. Lalu, Dapil II, wajah baru yang diprediksi lolos yakni Sarwani (Gerindra), Agung Prasetya (PAN), Edi Prawito (Perindo), Muslimin (PKB), dan Ahmad Surullah (PPP).
Sementara itu incumbent yang dipreriksi lolos yakni Cik Marleni (Golkar), Aang Purnama (Demokrat), Amir Mahmud (Golkar), A Marzuki (PDIP), Heldawati Nadeak (PDIP), dan Siti Aisyah Harahap (PKS).
Dari Dapil III, empat wajah baru yang diprediksi lolos yakni Jefri (Golkar), Fadlan Kholik (PKS), Syahrial Gunawan (PDIP), dan Willy (PPP). Nama lainnya adalah incumbent seperti H Muhammad Syaihu (Demokrat), Tantowi Jauhari (Golkar), Selamet Kastalo (Geindra), Azrai Wahab (Nasdem), dan Ali Muntaha (PKB).
Sedangkan dari Dapil IV diprediksi ada 4 wajah baru yang bakal terpilih, yakni H Pahrul Rozi (Golkar), Rapalan (PKS), Suherman (PPP), dan Julius (PDIP). Kemudian Azakil Azmi (Golkar) dan Hermi (PAN) yang merupakan incumbent.
Ketua KPU Sarolangun Muhammad Fakhri mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menetapkan nama-nama anggota DPRD Kabupaten Sarolangun terpilih. Sebab PPK disejumlah kecamatan masih melakukan pleno rekapitulasi penghitungan suara.
Hasil akhir penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 akan ditetapkan secara manual melalui rapat rekapitulasi secara berjenjang di setiap tingkatan dari 18 April 2019-22 Mei 2019. Kemudian, lanjut Fakhri, jika rekapitulasi perhitungan suara selesai, maka tahapan selanjutnya penyelesaian Sengketa Hasil Pemilu DPR, DPD, DPRD, Provinsi dan DPRD Kabupaten/kota.
Berikutnya dari Kota Sungaipenuh dilaporkan, PDIP yang pada pileg sebelumnya meraih 3 kursi dan mempunyai wakil di tiap dapil, kali ini diprediksi cuma di dapil 3 saja yang berpeluang lolos. Di dua dapil lainnya, caleg PDIP diprediksi gagal dapat kursi.
Rudi Hartono Ridwar, salah seorang pengamat politik Kota Sungaipenuh mengatakan kelihaian Partai menentukan caleg merupakan hal paling berpengaruh. Ini terbukti dengan perolehan kursi cukup besar partai Demokrat Sungaipenuh. "DPC Partai Demokrat sangat selektif sekali dalam mengusung caleg di tiap dapil. Terbukti, periode sebelumnya kursi terbanyak yakni 5, kini berkemungkinan bertambah menjadi 7," kata pemuda lulusan Paskasarjana Ilmu Pendidikan Karakter di IAIN Kerinci.
Rudi juga menyebutkan menumpuknya para caleg yang serius dan memiliki basis yang jelas di Partai besukan SBY tersebut membuat beberapa partai besar tidak kebagian kursi di setiap dapil. "Ya, lantaran suara Demokrat membengkak di setiap dapil. Caleg DPRD Sungaipenuh di partai besar seperti PDIP, Golkar dan PKB, cuma kebagian 1 kursi. Bahkan Gerindra, Nasdem dan PKS pun cuma dapat 2 kursi," ujarnya saat dimintai komentarnya, Minggu(28/4).
Untuk diketahui, berdasarkan hasil informasi yang diperoleh harian ini sesuai dengan data hasil pleno PPK di 8 kecamatan, Incumbent yang diprediksikan gagal duduki kursi DPRD Sungaipenuh periode 2019-2024 diantaranya Hadrizal (PDIP), Fakrudin(PDIP), Albert Wandri (PKS), dan Zulhadri (PAN). Wajah baru yang diprediksi menggantikannya antara lain, Lendra Wijaya (Demokrat), Hutri Randa (Demokrat) Arlis (Demokrat), Yos (PAN) dan Tole (Nasdem). (tim)