JAMBI-Badan Restorasi Gambut (BRG) terus memberdayakan masyarakat di sekitar lahan gambut. Termasuk warga di Seponjen, Muaro Jambi. BRG membangun infrastruktur dan merevitalisasi ekonomi di Desa Sungai Bungur Kabupaten Muaro Jambi.
Hingga saat ini, BRG telah membangun 108 sekat kanal dan 47 unit sumur bor di Kabupaten Muaro Jambi. Di tahun 2019, BRG akan membangun lagi 53 sekat kanal dan 30 unit sumur bor. BRG juga telah melaksanakan kegiatan revegetasi atau penanaman kembali lahan 25 hektar lahan gambut yang rusak. Termasuk 13 paket bantuan revitalisasi ekonomi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kegiatan di Muaro Jambi sejauh ini telah berhasil melibatkan 36 kelompok masyarakat atau kurang lebih 540 masyarakat.
Adapun jenis dari sekat kanal yang dibangun di daerah tersebut merupakan sekat kanal dengan pelimpas/spillway. Ini dipilih karena ruas kanal yang ada di Desa Seponjen merupakan parit yang masih dimanfaatkan masyarakat sebagai jalur transportasi untuk mencari ikan atau mengangkut hasil kebun. Lalu sekat kanal yang dibangun ini ialah sekat mati dengan tujuan mengembalikan fungsi gambut seperti semula dan konservasi air pada lahan gambut.
Dalam kunjungan BRG bersama awak media di sekat kanal kawasan Tahura sekitar Tanjung, Selasa (30/04/19), Andi Purwanto, Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Gambut Tahura, menuturkan bahwa ada 9 titik yang dibangun tahun 2018.
“Ini ada sekat kanal tipe 3 dan 4, kalau 3 itu ukuran 4×6 meter lalu untuk tipe 4 berukuran 5×7 meter. Lebih banyak tipe 3 dan 4 sebab tergantung kondisi ukuran kanal. Sekat kanal ini membantu menjaga kondisi intensitas air. Karena tanpa sekat, dalam sepekan tidak hujan, aliran bisa kering. Sekat juga dapat menjaga kebersihan air secara alami,”terang Andi Purwanto, saat melakukan pengecekan kondisi sekat kanal 3 dan 4.
Selain pembuatan kanal, BRG juga membantu masyarakat. Salah satunya pemberdayaan Kelompok Masyarakat Harapan Bungur Gambut di Desa Sungai Bungur. Pokmas ini diberi bantuan untuk revitalisasi ekonomi. Bantuan berupa program penggemukan 7 (tujuh) ekor kerbau rawa beserta dengan kandangnya.
Pokmas Harapan Bungur Gambut yang beranggotakan 16 orang saat ini mengelola 7 hewan ternak berupa kerbau, selanjutnya perawatan dan kebutuhan ternak biaya berupa swakelola.
“Kebutuhan untuk perawatan ternak itu kami swakelola, BRG memberikan modal awal untuk pembelian ternak dan kandang. Uangnya itu langsung 100 persen tidak ada potongan apapun ke rekening Pokmas,” tutup Edi (30/04/19).(jo1)