Pendakian Gunung Kerinci Ditutup, BPBD Bagikan 4.000 Masker

Lima Desa Terdampak Abu Vulkanik

Sabtu, 04 Mei 2019 - 06:38:19 WIB - Dibaca: 2006 kali

(Saudi Arabia/Jambione.co)

KERINCI - Lima Desa di wilayah Kayu Aro, kabupaten Kerinci, terkena dampak Erupsi Gunung Kerinci yang mengeluarkan abu vulkanik, Kamis malam (2/5). Kelima desa yang terdampak hujan abu itu yakni, Desa Tanjung Bungo, Desa Sangir, Desa Sangir Tengah, Sungai Rumpun, dan Bendung Air.

Informasi yang diperoleh menyebutkan ‘hujan’ abu vulkanik mengguyur sejumlah desa di Kayu Aro tersebut terjadi pada Kamis malam, sekitar pukul 20.00 Wib. Rumah, tanaman dan kendaraan warga terlihat memutih akibat ‘tersiram’ abu vulkanik dari Gunung tertinggi di Sumatera tersebut. 

"Kajadiannyo malam tadi (Rabu malam). Abu turun hampir sekitar 3 jam lah. Mobil saya juga nampak terlihat abunyo,"ungkap Deni salah seorang warga Kayu Aro.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kerinci, Darifus mengatakan, ada lima desa yang terdampak lamsung akibat hujan abu vulkanik dari erupsi Gunung Kerinci tersebut.  ‘’Dari Kamis malam hingga Jumat siang (3/5) saya berada di Kayu Aro. Tepatnya di kantor Pemantuan Gunung Kerinci. Hari ini (Jumat kemarin) Gunung Kerinci ditutup awan tebal. Jadi kita tidak bisa melihat apakah masih mengeluarkan abu vulkanik atau tidak," katanya. 

Menurut Darifus, BPBD telah mengambil langkah dengan mendistribusikan 4.000 masker kepada masyarakat melalui kepala desa. Selain itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat yang berada di sekitar Gunung Kerinci untuk tenang. Tidak terpancing tentang letusan Gunung Kerinci dan berharap selalu mengikuti arahan BPBD.

"PVMBG melalui pos Pemantauan Gunung Kerinci akan selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Provinsi Sumbar serta BPBD Kerinci dan BPBD Solok Selatan. Masyarakat diharapkan selalu mengikuti arahan dari BPBD Kerinci," katanya. 

Sementara ini, lanjut Darifus, status Gunung Kerinci masih waspada level II. "Tidak ada peningkatan status. Masih waspada level II," ujarnya.

Ditanya apakah dengan adanya abu vulkanik ini akan berdampak pada tanaman warga Kayu Aro, Darifus menjelaskan pada tahun 2009 lalu Gunung Kerinci juga pernah mengeluarkan abu vulkanik panas hingga membuat tanaman yang terkena abu menjadi kering. "Tapi setelah kita lihat tadi, abu vulkanik yang di keluarkan Gunung Kerinci hanya abu dingin. Kadi tanaman warga yang terkena abu tidak mengering,"sebutnya. 

Dia juga minta kepada masyarakat untuk tidak menaiki Gunung Kerinci beberapa hari kedepan. Karena dikhawatirkan akan terjadi erupsi susulan dan bisa membahayakan para pendaki. "Warga diminta untuk tidak mendaki kawah Gunung Kerinci radius 3 KM. Karena sewaktu - waktu bisa terjadi letusan dan mengeluarkan gas - gas yang membahayakan bagi kehidupan," pungkasnya. 

Camat Kayu Aro, Edi Ruslan langsung memberikan himbauan kepada masyarakat untuk mendengarkan info komando dari Pemda. Kurangi aktifitas di luar rumah, warga diminta memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.  "Saya sudah berkoordinasi dengan Kapus Kersik Tuo untuk menyiapkan masker bagi masyarakat yang membutuhkan," pungkasnya.(sau)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA