Penyidik Periksa 15 Saksi Kasus Pembakaran Kotak dan Surat Suara

Kamis, 09 Mei 2019 - 08:40:02 WIB - Dibaca: 2087 kali

(Eko Siswono/Jambione.com)

 

JAMBI – Usai menetapkan dua tersangka pembakar kotak suara di TPS 1, 2 dan 3 di Desa Koto Padang, Sungai Penuh yakni Khairul Saleh yang merupakan Caleg DPRD Kota Sungai Penuh dari Partai PDIP Nomor urut 3 dapil  (Tanah Kampung-Kumun Debai) dan Robin Janet alias Robin merupakan Petugas Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) timpenyidik Polda Jambi telah memanggil 15 saksi dalam kasus tersebut.

Direktur Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jambi, AKBP Edi Fariyadi mengatakan pihaknya telah melalukan pemanggilan saksi sebanyak 15 orang ke Polda Jambi. "Sudah, sudah kita periksa para saksi dari lokasi kejadian," katanya, Rabu (8/5/2019).

Dia menegaskan sebanyak 15 orang tersebut terdiri dari kepala desa hingga perangkat desa serta perangkat TPS di lokasi kejadian."Semua sudah kita periksa untuk keperluan penyidikan," ungkapnya. 

Edi juga tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus ini. "Tidak menutup kemungkinan kasus itu ada yang baru. Sekarang masih pemeriksaan saksi," tandasnya.

 Informasinya Khairul Saleh, caleg PDIP dapil tiga nomor urut 3 itu awalnya begitu bahagia saat mengetahui perolehan suara di dapilnya cukup tinggi. Namun, menjelang malam informasi yang didapat dari timnya, raihan suaranya kalah telak dengan rekan satu partainya yakni sekitar 200 suara.

Di dapil tiga, Khairul Saleh hanya memperoleh 627 suara. Ia selisih suara dengan Damrat rekan satu partainya yang bernomor urut 4 dan satu dapil dengan dirinya telah memperoleh 800 suara lebih.

Baru sekitar pukul 03.00 wib dinihari, listrik yang berada di tiga TPS yakni TPS 1,2 dan 3 yang berada di SDN 063/X1 Koto Padang, Sungai Penuh mati mendadak. 

Tidak memakan waktu lama, lemparan batu ke bagian atap tiga TPS tersebut terjadi. Menyusul sekolompok massa datang dan langsung melakukan pembakaran saat itulah 15 kota suara sebagian hangus tidak tersisa. Kejadian itu pula tidak dapat dikendalikan lagi semua petugas berhamburan menyelamatkan diri.

Khairul Saleh pasca kejadian tersebut lebih memilih melarikan diri dan bersembunyi di salah satu rumah warga di Desa Hamparan Pugu, Kecamatan Air Hangat, Kerinci. 

Untuk diketahui, rumah Khairul Saleh tersebut posisinya tidak jauh dari tiga TPS tersebut jaraknya lebih kurang 100 meter. (isw)

 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA