SAROLANGUN- Masyarakat Sarolangun diminta untuk lebih hati-hati dalam membeli menu berbuka pusa. Pasalnya, baru-baru ini pihak Dinas Kesehatan kabupaten Sarolangun telah menemukan bahan makanan yang mengandung formalin. Di antaranya mie, bakso yang mengandung boraks serta cendol mutiara yang mengandung rhodamin atau zat pewarna pakaian.
"Iya, kita temukan di Kecamatan Singkut, penemuan barang tersebut melalui bidang kesehatan masyarakat yang turun bersama petugas sanitarian. Itu juga berdasarkan temuan bersama BPOM Jambi yang dilakukan pada kegiatan bimtek keamanan bahan pangan, Selasa (7/5) kemarin," ujar Kepala Dinas Kesehatan Sarolangun, Adnan, Rabu (8/5) kemarin.
Atas dasar temuan tersebut, tidak menutup kemungkinan ada bahan makanan lainnya yang juga terindentifikasi mengandung bahan yang berbahaya buat tubuh.
"Ini perlu diwaspadai oleh masyarakat mengingat saat ini memasuki bulan suci ramadan kebiasaan masyarakat yang selalu berbelanja untuk kebutuhan sahur maupun berbuka puasa semakin meningkat," katanya lagi.
Menurutnya, hal tersebut diketahui setelah hasil dari sampel pemeriksaan melalui laboratorium bahwa positif mie basah mengandung formalin dan bakso mengandung boraks serta cendol mutiara mengandung zat pewarna rhodamin.
"Pengawet dan pewarna yang terdapat pada makanan tersebut sangat membahayakan bagi siapa saja yang mengkonsumsinya," jelasnya.
Lanjutnya, untuk menindaklanjuti hal tersebut Dinas Kesehatan tidak mampu menarik bahan makanan yang mengandung zat berbahaya itu melainkan berkoordinasi bersama Disperindag dan BPOM Jambi untuk dapat menindak dan menarik secepatnya makanan yang mengandung bahan berbahaya itu sebelum beredar ke tengah masyarakat.
"Bukan wewenang kita menarik peredarannya, makanya kita lakukan koordinasi bersama pihak terkait terlebih dahulu. Berdasarkan keterangan pedagang pasar Singkut yang menjual mie basah mengandung formalin barang tersebut didapatkannya dari pemasok dari Lubuk Linggau, Sumatera Selatan," pungkasnya. (wel)