MUARASABAK – Kebakaran hebat di Desa Pangkalan Duri, Kecamatan Mendahara, Tanjab Timur, Kamis (9/5) hingga Jumat (10/5) dini hari kemarin menghanguskan 57 rumah. Musibah itu menyebabkan 173 jiwa kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi. Para korban berasal dari dua dusun di Pangkalan Duri. Satu orang juga dilaporkan mengalami luka bakar.
Informasi di lapangan menyebutkan, kebakaran di Desa Pangkalan Duri itu terjadi sekitar pukul 22.30 WIB Kamis (9/5) malam. Sebelum api membesar dan menghanguskan 57 rumah, warga sempat mendengar beberapa kali ledakan. Kuat dugaan ledakan itulah yang memicu kobaran api semakin membesar hingga meluluh lantakan puluhan rumah yang berada di dua sisi jalan Daeng Manggatti itu.
Meski belum diketahui penyebab kebakaran, namun asal api berasal dari bagian belakang rumah Syarkawi. Bahkan Syarkawi sendiri mengalami luka bakar sekitar 40 persen. Kini dia dirawat di RSUD Tanjab Barat. Karena lokasi kejadian yang memang lebih dekat ke Kabupaten Tanjab Barat. Bahkan tim pemadam dari kabupaten tetangga pun turut membantu upaya pemadaman api.
Sebenarnya, warga sudah berusaha memadamkan api. Namun gagal karena rumah Syarkawi berdekatan dengan toko yang menjual BBM dan LPG. Bahkan warga setempat mendengar beberapa kali ledakan, yang diduga sebagai pemicu kobaran api yang semakin besar. Ledakan itu diduga berasal dari BBM dan tabung LPG yang diambar api.
“Ada ledakan beberapa kali. Kebetulan rumah Syarkawi berdekatan dengan toko yang menjual BBM dan LPG,” ujar Huzaifah, salah seorang warga setempat yang mengaku melihat awal mula api berasal dari bagian belakang rumah Syarkawi.
Warga yang berupaya memadamkan api, dengan alat seadanya tidak dapat berbuat banyak. Angin cukup kencang dan kontruksi bangunan rumah yang sebagian besar masih semi permanen membuat api cepat merambat dan menghanguskan puluhan rumah dipemukiman padat penduduk tersebut.
Sementara tim pemadam dari kecamatan maupun kabupaten, baru tiba di lokasi sekitar satu jam setelah kejadian. Jarak tempuh ke lokasi memang membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Itupun harus menggunakan jalur sungai karena akses jalan darat menuju ke lokasi belum ada.
Api tengah berkobar hebat ketika tim pemadam tiba di lokasi. Butuh waktu sekitar enam jam untuk memadamkan api. Kobaran api baru bisa dipadamkan pukul 03.00 Wib, Jumat dinihari. Bahkan empat rumah warga terpaksa dirobohkan, untuk mencegah api menjalar ke rumah warga lain. Tim pemadam dari Kabupaten Tanjab Barat pun turun tangan memadamkan api.
Akibat kebakaran hebat ini sebanyak 173 jiwa kehilangan tempat tinggal. Saat ini Pemkab Tanjabtim telah membuat tempat pengungsian, yang dipusatkan di Gedung Majelis Taklim dan TPA Desa Pangkal Duri. Selain itu, Pemkab juga telah bergerak cepat membuat posko kesehatan dan dan dapur umum.
“Untuk tempat pengungsian ada dua lokasi. Yakni di gedung majelis taklim dan TPA, di lokasi juga sudah ada posko kesehatan dan dan dapur umum,” ujar Jakfar, Ketua BPBD Kabupaten Tanjabtim.
Sementara Wabup Robby Nahliansyah, yang malam itu tengah melakukan kegiatan safari ramadhan di Kecamatan Berbak, langsung bertolak ke lokasi kejadian, begitu mendengar musibah kebakaran yang terjadi. Rencananya, Pemkab Tanjabtim yang dipimpin langsung Bupati Romi Hariyanto akan menyambangi korban kebakaran pada hari ini.(zal)