JAMBIONE.COM, JAMBI- Para pemudik yang akan melintasi Provinsi Jambi diminta hati hati dan waspada. Karena julur utama mudik lebaran 2019 di Provinsi Jambi saat ini sebagian besar dalam kondisi banyak yang rusak dan rawan macet. Peringatan ini disampaikan Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS kepada wartawan usai meresmikan Gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di Polda Jambi, Jumat (17/5) kemarin.
Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS mengatakan, berdasarkan hasil mamping yang dilakukan tim Polda Jambi dalam rangka persiapan operasi ketupat ditemukan begitu banyak jalur mudik yang rusak parah. "Kita sudah mulai koordinasi kepada semua pihak dan kita mendesak agar pemerintah daerah dan instansi terkait segera memperbaiki," katanya.
Menurut Jendral bintang dua ini, kondisi jalan yang akan dilalui pemudik di wilayah Provinsi Jambi kerusakannya lumayan parah dan sangat membahayakan."Rusaknya lumayan (parah). Kita sudah minta Dinas PU yang tengah mengerjakan sejumlah jalan untuk cepat menyelesdaikannya. Seperti di Batanghari, Tebo, Bungo dan daerah lainnya," ungkapnya.
Selain itu, Muchlis juga mengaku sudah melakukan survey lokasi untuk titik tertentu yang nantinya akan didirikan pos utama pengamanan lebaran. "Kita sudah petakan. Tapi nanti akan kita jelaskan saat pembukaan operasi ketupat seminggu menjelang lebaran," sebutnya.
Tidak hanya itu, orang yang digadang gadang maju di Pilgub Jambi 2021 ini juga menyebutkan terdapat 59 titik rawan di kawasan jalur mudik di Provinsi Jambi nantinya. "Itu hasil pemetaan dan maping," sebutnya.
Ke 59 titik rawan tersebut tersebar mulai dari jalur lintas perbatasan Jambi- Pekanbaru, Jambi- Palembang, dan Jalur Jambi - Padang. Selain itu, jalur lintas Tengah Jambi menuju Lubuk Linggau, Bengkulu juga rawan. "Jalur ini yang juga kita petakan dan kita siapkan pos pos induk untuk operasi ketupat," jelasnya.
Selain kerusakan jalan, jalur jalur utama bagi pemudik itu juga rawan macet karena ada pasar tumpah. Diantaranya di Pasar Tembesi."Nanti akan kita buat kontra Flow," katanya.
Disamping itu, Muchlis menghimbau kepada masyarakat untuk hati hati dan waspada.Terhadap aksi tindak kriminal. jika membawa uang dalam jumlah besar, dia menyarankan supaya meminta pengawalan anggota kepolisian. Pihaknya akan memberikan pengawalan dengan semaksimal mungkin. "Perbankkan juga kita sudah himbau, tempat tempat keramaian sudah kita koordinasikan untuk pengamanan,"pungkasnya. (isw)