Protes Ratusan Petugas KPPS Meninggal, MassaTurun ke Jalan

Selasa, 21 Mei 2019 - 11:48:11 WIB - Dibaca: 4333 kali

(Winda/Jambione.com)

JAMBI-Mahasiswa yang tergabung dalam Aksi BEM KBM UNJA kembali melanjutkan kongres kebangkitan mahasiswa BEM SI dan AKSI BEM SI 21 Mei 2019. Kongres kebangkitan mahaaiswa ini mengusung tema "Tragedi Pemilu Serentak 2019".

Puluhan massa yang tergabung dari mahasiswa tersebut berkumpul di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi, untuk menyerukan aspirasi mereka. Selain itu mereka juga berpuisi dan doa bersama.

“Kami datang tidak untuk merusak, kami hanya ingin menyuarakan suara kami terhadap keadaan pemerintah sekarang,"ujar Agustia Gafar,  koordinasi lapangan aksi.

Dalam orasinya, para mahasiswa menyuarakan aksi kemanusiaan dalam demokrasi yang terjadi pada 17 April 2019  lalu. Saat itu diketahui banyak menelan korban jiwa yakni mencapai 600 lebih jiwa meninggal dunia.

Mahasiswa juga menolak kecurangan pilu 2019, menuntut tuntaskan misteri meninggalnya 600 lebih petugas KPPS dan ribuan petugas yang sakit, termasuk menuntut pemerintah membentuk tim independen guna mengevaluasi pemilu serentak 2019 dari perspektif kesehatan.

Dalam aksi damai tersebut ,berhubung anggota dewan tidak ada di kantor, mahasiswa memaksa untuk masuk. Mereka memaksa masuk untuk memastikan bahwa memang anggota dewan yag diharapkan bisa ditemui memang  tidak ada.   Namun pihak pengamanan dari Polda Jambi dan Polresta Jambi melarang untuk masuk demi keamanan.

Setelah melakukan aksi selama sekitar 2 jam, peserta aksi melanjutkan aksinya dengan mengheningkan cipta dan tabur bunga serta melakukan baca yasin bersama di depan gedung DPRD Provinsi Jambi tersebut.(jo1)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA