Tidak banyak kota-kota besar di Indonesia yang memiliki potensi alam danau di pusat kotanya. Namun, Kota Jambi termasuk salah satu kota yang beruntung karena memiliki hal tersebut. Oleh karenanya potensi besar itu pun tak disia-siakan dan terus di optimalkan Pemerintah Kota Jambi dengan sebaik-baiknya.
Pembangunan kawasan Danau Sipin diawali dengan kesuksesan Pemkot bersama TNI / Polri memutus peredaran narkoba diwilayah itu. Tidak hanya berhenti disitu, Pemkot kemudian gencar membangun berbagai infrastruktur, seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, jogging track hingga Jembatan Pelangi dan Rumah Tenun. Selain itu Pemkot juga berencana membangun Rumah Batik dan menggelar event lomba dayung bertaraf nasional dikawasan yang diyakini akan menjadi salah satu objek wisata andalan Tanah Pilih Pusako Batuah itu.
Pembangunan besar-besaran di wilayah itu, yang dimulai sejak awal kepemimpinan Wali Kota Jambi Syarif Fasha itu, kini mulai menampakkan hasilnya. Apresiasi pun terus bermunculan.
Selain itu perkampungan masyarakat juga mulai ditata.
Wali Kota Jambi 2 periode, Syarif Fasha, sudah memantapkan pengimplementasian konsep dan rencana strategisnya dalam membangun kawasan Danau Sipin, menjadi objek destinasi wisata unggulan di Kota Jambi.
Pada saat awal dilantik, Wali Kota Fasha langsung mengajak pejabat dan staf teknis terkait dari Dinas PUPR Kota Jambi, Camat, Lurah, Forkompimcam, dan tokoh masyarakat setempat. Ditepian Danau Sipin, Wali Kota Fasha kembali memaparkan konsep pembangunan Danau Sipin yang lebih futuristis, namun tidak menanggalkan konsep kearifan lokal budaya dan adat Kota Jambi.
Sebab Danau Sipin akan menjelma menjadi kawasan wisata ekonomi dan destinasi wisata unggulan Kota Jambi. Pemerintah akan membangun konsep wisata modern, namun tidak meninggalkan ciri khas, kearifan lokal budaya dan adat masyarakat Kota Jambi.
Selain sudah ada Rumah Tenun, Kedepan akan dibangun Rumah Batik di sisi Danau Sipin. Pemerintah juga akan melebarkan jalan poros Danau Sipin. Dipinggir kawasan Danau Sipin akan dijadikan kampung tradisionil warna warni.
Hajat besar Pemkot Jambi dalam membangun Danau Sipin sebagai destinasi wisata, mutlak harus didukung oleh seluruh komponen masyarakat, baik masyarakat sekitar danau, maupun masyarakat Kota Jambi pada umumnya. Butuh kesadaran masyarakat untuk membebaskan danau dari kerambah dan mck. Kerambah akan di tata dan di zonasi ulang, sehingga konsep penataan danau akan jadi lebih apik dan indah. Pemerintah berharap masyarakat dapat merubah pola pikir dan mindset, yang awalnya tergantung dari hasil perikanan, untuk dapat beralih ke sektor pariwisata yang lebih menguntungkan.
Dilokasi itu juga, pemerintah akan membangun area UMKM dan akan dibangun berbagai venue oahraga dan taman tematik Danau Sipin.
Jogging track juga akan dilengkapi dengan kanopi dan tempat duduk agar pengunjung nyaman. Di lokasi ini juga akan dibangun berbagai venue olahraga seperti jet sky, skateboard, bmx, panjat tebing, paralayang dan dayung.
Pengembangan sektor pariwisata di Kota Jambi memang diarahkan bagi tumbuhnya ekonomi kreatif yang dapat mendongkrak pertumbuhan UMKM dan ekonomi masyarakat setempat.
Pembangunan Danau Sipin yang akan dijadikan destinasi wisata unggulan itu pun diharapkan berdampak positif pada kehidupan masyarakat terutama bagi petani ikan. Sebab ada sekitar 1.200 lebih keramba ikan yang ada di danau tersebut. Jika dikelola dengan baik, maka akan menarik wisatawan. Selain itu juga akan di bangun restoran terapung yang kebutuhan ikannya diambil dari petani ikan setempat.
Untuk menunjang rencana itu, disana juga telah berdiri Kelompok Batik Sipin Jajaran. Kegiatan membatik biasanya dilakukan oleh para ibu rumah tangga untuk membantu ekonomi di keluarganya. Sebab, kebanyakan suaminya berprofesi sebagai petani ikan (nelayan). Kelompok Batik Sipin Jajaran terbentuk dari tahun 2002, beranggotakan 20 orang. Yang menjadi pembeda batik dari Danau Sipin ini adalah tidak menggunakan pewarna kimia, melainkan menggunakan pewarna alami seperti kulit jengkol, kulit manggis dan lainnya.
Secara fisik pembangunan di Danau Sipin sangat tampak jelas, yang paling menonjol adalah infrastruktur jalan. Di mana sebelumnya warga yang tinggal di Danau Sipin merasa terisolir. Hal itu dikarenakan infrastruktur jalan yang sangat jelek, apalagi kawasan tersebut merupakan kawasan yang rawan banjir. Namun saat ini, kondisi jalan sudah dicor hingga ke lorong-lorong. Sehingga dapat dilewati masyarakat meskipun dalam keadaan banjir.
Dikawasan itu juga ada lokasi yang belum tereksplorasi selama ini oleh masyarakat sekitar. Dikawasan tersebut terdapat hutan jati dan rotan, serta ada tempat Ibadah Klenteng yang telah berusia tua. Pemerintah pun berencana akan menjadikan kawasan tersebut menjadi target pengembangan selanjutnya kawasan wisata Danau Sipin.
Selain jalan, pemerintah juga telah membangun jembatan yang dapat dilewati dua mobil sekaligus. Dahulu, jembatan tersebut sangat kecil sehingga menyulitkan masyarakat, yang kesehariannya memiliki mobiltitas yang tinggi karena berprofesi sebagai pedagang.
Penataan Danau Sipin sebagai destinasi wisata unggulan juga terlihat dengan dibangunnya bronjong di pinggir danau. Selain untuk memperindah, hal tersebut juga memberikan keamanan kepada masyarakat. Jika tidak di bronjong masyarakat yang tinggal di pinggiran danau tersebut khawatir akan longsor.
Secara spiritual masyarakat disana juga sudah mulai meninggalkan kegiatan negatif. Dahulu Danau Sipin dikenal sebagai kampung narkoba. Namun perlahan-lahan image tersebut mulai luntur. Hal ini akibat perhatian pembangunan yang diberikan oleh pemerintah. Ssbelumnya, faktor ekonomi yang menjadikan faktor penyebab masyarakat disana berperilaku negatif, seperti menjual dan memakai narkoba. Namun dengan adanya pembangunan dan program pemerintah berdampak pada pengembangan ekonomi masyarakat itu, sehingga perlahan-lahan masyarakat mulai meninggalkan kegiatan negatif tersebut.
Pada tahun 2018 lalu ada anggaran Rp30 miliar untuk melanjutkan pekerjaan Danau Sipin. Total dana Rp25 miliar bersumber dari BWSS VI untuk pembangunan bronjong dan Rp5 M dari APBD Pemerintah Kota Jambi untuk jogging track. Sebelumnya, pada tahap awal pembangunan tahun 2017 juga sudah dianggarkan sebesar Rp3,5 miliar untuk membangun jogging track sepanjang 486 meter. Tahun 2019 ini Pemerintah Kota Jambi melalui APBD kembali menganggarkan sebesar Rp8 miliar untuk melanjutkan jogging track dan menambah sejumlah venue.
Dalam tiga tahun kedepan ditargetkan Danau Sipin berubah total. Ditengah Danau Sipin nanti akan dibuat air mancur menari, ada perahu bebek dan jet sky. Selain itu akan dibangun jembatan gantung yang melintasi Danau Sipin.
Pesatnya pembangunan di kawasan itu juga menarik perhatian pemerintah pusat. Kota Jambi kembali dipercaya menjadi tuan rumah untuk menyelenggarakan event Nasional. Pada tahun 2019 ini, rencananya akan dilaksanakan lomba dayung tingkat Nasional di Kota Jambi. Lokasi yang ditetapkan adalah Danau Sipin. Lebih lanjut, nantinya kerambah ikan yang ada di Danau Sipin akan di zonasikan dan ditata. Sehingga tidak mengganggu jalannya perlombaan. Selain dioptimalkan menjadi destinasi wisata, Danau Sipin juga akan dioptimalkan menjadi kawasan pengendalian banjir.
Pusat Kota Jambi yang juga dibelah dengan sungai Batanghari juga memiliki daya tarik tersendiri. Tak banyak kota di dunia yang memiliki potensi pariwisata sungai ditengah kota. Pemkot Jambi juga berencana akan membuat area publik dibibir sungai dengan konsep Water Front City.
Keunikan lainnya yang ada di Kota Jambi adalah karakteristik adat dan budaya yang masih mengakar kuat ditengah masyarakat, diantaranya pemandangan rumah-rumah tua khas daerah berikut aktifitas masyarakatnya yang dapat ditemui diseberang sungai yang berada di pusat kota Jambi. Keunggulan budaya lokal itu juga tampak nyata dalam motif daerah yang melekat pada motif khas batik Jambi.
Berbagai event pariwisata yang selaras dengan kearifan lokal pun menjadi agenda rutin serta berkelanjutan di Kota Jambi. Sebut saja Festival Angso Duo, Pentas Harmoni Tanah Pilih Pusako Batuah, termasuk setiap malam Minggu dengan konsep Car Free Night (CFN) di kawasan Pedesterian Jomblo. Sementara wisata budaya dan relegius seperti Haul Keramat Tambak dan Pangeran Wirokusumo, Semarak Muharam, dan Festival Cap Go Meh, juga digelar setiap tahunnya. Lomba Pacu Perahu Tradisional turut pula menambah semaraknya potensi wisata sungai ditengah kota Jambi.
Sementara konsep pariwisata belanja juga tak kalah menariknya. Pusat Wisata Belanja Keramik Sitimang saat ini menjadi ikon wisata belanja di Kota Jambi. Berbagai keramik unik dan cantik, tersedia dalam berbagai variasi ukuran, kualitas dan harga. Pasar Sitimang sebagai objek wisata belanja yang menarik itu, juga berhasil meraih Anugerah Pariwisata Indonesia (API) 2018 untuk kategori Objek Wisata Belanja Terpopuler di Indonesia.
Letak yang sangat strategis sebagai Ibukota Provinsi juga menjadikan Kota Jambi sebagai pusat perdagangan dan jasa yang indah dan menarik di Provinsi Jambi.
Infrastruktur modern seperti hotel-hotel berbintang, pusat perbelanjaan dan restaurant serta akses transportasi yang mudah, menjadikan Kota Jambi kedepannya layak menjadi kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) baik skala nasional maupun internasional.
Potensi besar tersebutlah yang senantiasa dioptimalkan Wali Kota Syarif Fasha dalam meletakkan pondasi pembangunan berkelanjutan di Kota Jambi. Ia sadar betul bahwa perpaduan seni, budaya dan potensi alam, adalah aset yang tak ternilai harganya yang dimiliki oleh Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi. (ali)