SAD yang Ngemis karena Kurang Penghasilan

Senin, 17 Juni 2019 - 11:38:01 WIB - Dibaca: 1526 kali

(Winda/Jambione.com)

JAMBI-Kurangnya penghasilan untuk memenuhi kenutuhan hidup menjadi salah satu penyebab Suku Anak Dalam (SAD)  berkeliaran di jalanan. Maka pemerintah daerah yang di wilayahnya banyak terdapat SAD harus mencari celah untuk memenuhi kebutuhan hidup warga SAD. Dan memang akibatnya mereka banyak berkeliaran di jalan untuk meminta minta. Bupati Merangin, Al Haris, tidak memungkiri warganya dari kalangan SAD banyak ditemui di jalanan untuk mengemis. "Tidak semua SAD yang mengemis di jalan berasal dari Jambi atau Merangin. Ada juga mereka yang saya temui berasal dari Palembang atau daerah lain di provinsi tetangga,"katanya pada Workshop Forum Kemitraan Pembangunan Sosial Suku Anak Dalam di Provinsi Jambi, V Hotel Jambi,(16/06/2019). 

Dalam sesi konferensi pers, Al Haris mendapat pertanyaan dari media mengenai SAD yang masih berkeliaran di jalan bahkan meminta-minta.

Al Haris menyebutkan bahwa tidak semua SAD yang berkeliaran di jalan tersebut adalah warga Sarolangun atau Merangin yang memang banyak warga SAD-nya. 

“Ya, saya juga melihat ,namun saat ditanyakan, tidak semua yang berkeliaran tersebut adalah SAD dari Jambi,”jelas Haris.

Haris juga menyebutkan bahwa walaupun itu bukan dari Jambi namun pihaknya akan tetap menertibkan SAD yang berkeliaran tersebut.

Sementara itu Direktur Madani Institute, Perkasa, menyebutkan bahwa warga SAD  yang berkeliaran tersebut akibat dari  kebutuhan yang semakin banyak namun pengahasilan yang tidak memungkinkan. Namun pihaknya akan terus berupaya di tahun selanjutnya untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka.

“Ya, saya juga melihat banyak  SAD yang berkeliaran. Ini adalah masalah kebutuhan mereka yang belum dapat terpenuhi dan mereka tidak tahu bagaimana, maka dicarilah jalan pintas dengan meminta-minta tersebut.  Namun kami akan tetap berusaha agar mereka dapat memenuhi kebutuhannya,”ujarnya. (jo1)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA