SENGETI – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Muarojambi mendadat melakukan tes urine terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) Sekretariat Daerah (Setda) Muarojambi, Senin (17/6) kemarin. Tes urine dilakukan sejak pukul 08.00 hingga 11.20 Wib.
Pantauandi lokasi, berdasarkan daftar absensi apel pagi secara manual, ada 225 ASN yang hadir. Sementara berdasarkan daftar tes urine, hanya 120 orang yang dites urine. Beberapa orang ASN yang urinenya terindikasi positif diminta untuk melakukan dua kali tes. Hasilnya dua orang pegawai dinyatakan urinenya positif.
Sementara delapan orang lainnya sempat tidak menyerahkan hasil tes urine mereka. Setelah dipanggil melalui pimpinan masing-masing, akhirnya semuanya menyerahkan hasil tes urinenya.
Informasi yang didapat, dua ASN yang urinenya dinyatakan positif adalah Yopi dan Ike Chrisnandi. Nama terkahir adalah salah satu staf di Bagian Hukum Setda Muarojambi. Dia juga merupakan anak Krepala Bappeda Muarojambi.
Sebelumnya, Wakil Bupati Muarojambi Bambang Bayu Suseno menyebut tes urine mendadak ini sebagai salah satu upaya pencegahan terhadap para ASN di lingkup Pemkab Muarojambi. "Ini komitmen awal kita untuk melakukan pencegahan dan juga untuk mempersiapkan SDM kita terutama dari internal Pemda agar tidak terimbas penyalahgunaan Narkoba," kata BBS.
Hasil tes urine yang dilaksanakan BNNK Kabupaten Muaro Jambi memang tidak diumumkan secara transparan. Namun, dalam proses tes urine itu terlihat ada dua alat di meja petugas yang menunjukkan urine bertanda positif.
Urine bertanda positif itu salah satunya merupakan milik Ike Chrisnandi, staf Bagian Hukum Setda Muaro Jambi. Ia merupakan anak dari Kepala Bappeda Muaro Jambi, Sudirman.
Ike Chrisnandi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengakui bahwa hasil tes urine miliknya memang positif. Ike mengaku langsung ditanyai pihak BNN terkait hasil itu.
"Saya tadi langsung ditanyai. Saya jelaskan bahwa saya mengkonsumsi obat gatal-gatal. Bukan narkoba," kata Ike Chrisnandi dikutip dari Gatra.com, Senin (17/6).
Ike mengatakan setelah ditanyai pihak BNN, dirinya kembali diminta untuk melakukan tes urine. Urine yang kedua telah diserahkan kembali kepada petugas. "Kalau hasil urine yang ke dua saya tidak tahu, yang jelas sudah saya serahkan," ujarnya.
Ike meluruskan bahwa dirinya sedang menderita penyakit gatal-gatal. Dengan alasan itulah dia mengonsumsi obat. "Lihat tangan saya ini, kan gatal-gatal semua. Makanya saya konsumsi obat untuk mengobati penyakit ini," ujarnya.
Ike menyebut bukan dirinya saja yang positif. Ada seorang lagi staf yang juga positif karena mengkonsumsi obat. "Teman saya Yopi juga positif. Tapi, bukan narkoba. Sama seperti saya. Makan obat lantaran sakit," katanya.
Ike mengaku tidak paham atas hasil positif tes urine miliknya. Terlebih penilaian itu sudah menyangkut medis sehingga yang paling tepat untuk menjelaskannya adalah pihak yang berkompenten. " Itu menyangkut medis, saya tidak paham," ujarnya. (wil)