MUARASABAK – Hujan deras sejak dua hari terakhir, mengakibatkan beberapa titik jalan di Kecamatan Muarasabak Timur sulit dilalui. Akibatnya dua unit mobil angkutan sawit pun terperosok sejak pagi tadi, Selasa (18/6). Bahkan hingga saat ini dua mobil tersebut belum berhasil dievakuasi dan menyebabkan terjadinya kemacetan panjang sekitar 2 Km.
Menurut Rafik, salah seorang supir angkutan sawit yang ikut mengantri ria. Dirinya telah mengantri sejak pukul 10.00 WIB pagi tadi, dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda kemacetan tersebut terurai. Bahkan sebaliknya saat ini antrian semakin panjang. “Saya dari jam 10 pagi tadi ngantri,” kata Rafik, yang mengaku membawa sawit dari Kecamatan Rantau Rasau.
Dikatakan Rafik, akses jalan dari Kecamatan Rantau Rasau hingga Kecamatan Muarasabak Timur. Setidaknya terdapat tiga titik kerusakan yang paling parah, apalagi jika kondisi jalan becek akibat guyuran hujan. “Kalau sudah turun hujan, pasti ada saja mobil yang terpuruk di tiga titik itu,” katanya.
Terpisah, terkait hal ini pihak Kecamatan Sabak Timur mengatakan, pihak nya telah menginformasikan kepada pihak Alkal provinsi terkait kondisi jalan tersebut. Namun sampai saat ini pula belum ada tanggapan sama sekali. “Sudah kita kasih info, ada macet akibat jalan rusak. Tapi belum ada tanggapan,” kata Camat Sabak Timur Paisal.
Tak hanya pihak Kecamatan, pihak Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tanjabtim juga telah memberikan informasi kepada pihak provinsi namun lagi-lagi tidak ada tanda-tanda akan adanya perbaikan. “Pihak PU pun sudah kordinasi, tapi belum ada kabar juga,” jelas Camat.
Terpisah, Kadis PUPR Tanjabtim Risdiansyah ketika dikonfirmasi membenarkan jika pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Alkal Provinsi belum belum ada jawaban. “Sudah kita sampaikan. Sampai sejauh ini belum ada tindakan,” terangnya.
Sementara itu, pantauan media ini di lapangan, dua mobil PS yang terpuruk merupakan mobil pengangkut sawit dengan muatan lebih. Akibatnya dua mobil tersebut sama-sama terbenam di jalan berlubang.(zal)