MUARASABAK – Seorang buruh kebun sawit, bernama Riski (30), Warga Kecamatan Bramitam, Tanjab Barat tewas mengenaskan setelah lehernya digorok rekan kerjanya sendiri, Rabu (26/6) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Pelaku bernama Samsu (37), warga Kelurahan Simpang Tuan, Tanjab Timur kesal karena korban dinilai malas bekerja. Usai menghabisi korban, pelaku langsung menyerahkan diri ke polisi.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, pelaku dan korban baru sekitar dua minggu bekerja sebagai buruh kebun sawit di Desa Sungai Beras, Kecamatan Mendahara Ulu. Pada awal bekerja, korban sempat mengeluh dan butuh dana untuk keperluan keluarga di kampung. Akhirnya saat itu pelaku pun meminjamkan uang kepada korban sebesar Rp 2 juta.
Sebelumnya hubungan keduanya juga cukup baik. Tidak ada keributan. Aksi menggorok leher itu dilakukan pelaku secara spontan karena kesal mendengar jawaban korban saat dinasehati agarjangan malas bekerja.
Pertengkaran keduanya berawal pada Rabu dini hari, sekitar pukul 03.00 Wib, pelaku yang tinggal bersama korban di pondok kecil di tengah kebun terbangun. Dia lalu menyantap makanan karena merasa lapar. Saat pelaku tengah menikmati makanannya, korban juga terbangun karena mau buang air kecil.
Sekembalinya korban dari buang air kecil, sembari menyantap makanannya pelaku mengingatkan korban agar bekerja dengan benar. Pelaku saat itu juga sempat menyinggung soal pinjaman uang, yang diberikan sebelumnya. “Kalau kerja tu yang benar. Bagaimana mau balikan hutang kalau kerjanya malas-malasan,” ujar pelaku kepada korban.
Mendengar nasihat rekan kerjanya tersebut, korban menyahut dengan kalimat yang kurang mengenakan sehingga membuat pelaku menjadi kesal. “Lantaklah situ, aku tidak takut dengan siapapun,” kata korban saat itu sembari kembali menarik selimut dan hendak melanjutkan tidurnya.
Mendengar jawaban korban, pelaku pun kesal dan langsung mengambil sebilah parang. Tanpa banyak bicara dia lalu menggorok leher korban yang tengah dalam posisi berbaring. Saat itu korban tidak dapat memberikan perlawanan. Akibat gorokan tersebut, leher korban nyaris putus dan tewas seketika.
Kapolsek Mendahara Ulu Iptu Abdul Jalil mengatakan, usai membunuh rekan kerjanya, pelaku langsung menyerahkan diri sekitar pukul 06.00 WIB. “Saat menyerahkan diri, pelaku terlihat seperti orang ketakutan,” katanya.
Mengenai luka gorok di bagian leher korban, saat ini pihak kepolisian masih menunggu hasil visum dari Puskesmas setempat. Namun, menurut Abdul Jalil, luka tersebut cukup dalam, karena leher korban hampir putus. “Kalau pastinya belum tahu. Yang jelas leher korban hampir putus,” ujarnya.
“Untuk lebih jelasnya silahkan konfirmasi ke Polres. Karena kasus ini telah dilimpahkan ke pihak Polres,” sambungnya.
Pihak Polres Tanjabtim sendiri hingga sore kemarin belum mau memberikan keterangan lebih lanjut. “Rencananya press rilis akan dilakukan hari ini (kemarin). Namun karena ada sesuatu hal, ditunda besok (hari ini),” kata Marcel, selaku Humas Polres Tanjabtim.(zal)