SEDEKAH: Anggota Komunitas S3 Bungo Foto bersama usai memberi santunan kepada anak yatim di Masjid A

Sabtu, 29 Juni 2019 - 07:29:49 WIB - Dibaca: 2438 kali

()

Kegigihan Komunitas ‘Sedekah Seribu Sehari’ (S3) Membantu Kaum Dhuafa di Bungo

Semua Anggotanya Ibu Rumah Tangga, Tiap Hari Sisihkan Rp 1000 untuk Sedekah

Bersedekah tidak harus menunggu banyak uang atau kaya dan memiliki harta melimpah. Yang terpenting adalah niat ikhlas dan keinginan kuat membatu orang-orang yang membutuhkan. Inilah yang dilakukan Komunitas ‘Sedekah Seribu Sehari’ atau S3, di Kabupaten BUngo, yang semua anggotanya kalangan ibu ibu.

PITRIYADI – MUARA BUNGO

            Pengurus dan anggota komunitas satu ini memiliki rasa impati yang sangat kuat melihat kondisi orang-orang yang membutuhkan uluran tangan. Komunitas “Sedekah Seribu Sehari “ atau yang juga dikenal dengan singkatan S3 ini tiap anggota harus menyisihkan uang minimal seribu rupiah tiap harinya.

Diakhir bulan,  uang yang disimpan itu diserahkan kepada Bendahara. Kadang dikirim via rekening. Bisa juga diantar langsung ke rumah pengurus atau bahkan pengurus langsung yang menjemput ke rumah anggota.

            Ada beberapa daerah di Indonesia yang telah membentuk komunitas sedekah harian yang anggotanya para kaum hawa ini. Di kabupaten Bungo,Jambi, komunitas S3 dibentuk pada Oktober 2016.  Koordinator pertamanya Mbak Tina yang awal berdirinya hanya beranggotakan 3 orang. Sebulan kemudian, Desember 2016, Mbak Tina mengundurkan diri. Selanjutnya  diamanahkan kepada Linda Yandriani menggantikanya sebagai koordinator.

            Seiring waktu, anggota komunitas ini terus bertambah. Dari 3 menjadi 17 orang dan setiap bulannya makin banyak yang bergabung. Hanya dalam waktu tiga tahun, saat ini (2019) anggota Komunitas S3 Bungo sudah ratusan orang lebih.

“ Banyak yang mau bergabung dengan S3. Kita sangat senang, karena banyak anggota, banyak pula orang yang bisa kita bantu. Setiap anggota menabung seribu per hari,” kata Linda Yandriani saat ditemui Jambione, dua hari lalu.

            Linda menjelaskan bahwa S3 adalah sebuah komunitas kecil yang fokus di bidang sedekah. Bukan LSM, bukan partai politik dan bukan pula Organisasi Masyarakat (Ormas). S3 merupakan sekumpulan masyarakat kecil yang peduli kepada kaum dhuafa, fakir miskin, anak yatim dan berbagi mengurangi penderitaan mereka.

            Sudah banyak yang mereka dibantu melalui tabungan recehan yang dikumpulkan itu. Diantaranya, membiayai pengobatan Nenek Nurnis yang dirujuk ke RS Padang, Mengaktifkan BPJS Pak Hermanto, bagi-bagi nasi bungkus kepada kaum dhuafa, fakir miskin dan rumah sakit. Lalu, membantu pengobatan Bu Erna yang sakit kanker payudara.

Selanjutnya mereka juga membantu biaya pendidikan atau uang ujian Romazhan, pembagian sembako kepada Nenek Ramisdar Nurhayati, bagi-bagi sembako dan nasi bungkus kepada korban banjir. Mereka juga membedah rumah Mbah Kamis, menggelar sunatan massal gratis bagi anak-anak yatim, dan bantuan lainnya.

            “Kita bergabung untuk menjalankan proyek akhirat. Tidak ada komisi ataupun fee yang diterima. Kita pekerja keras, bekerja sama untuk mewujudkan proyek-proyek langit ini,” ungkap Linda.

            Komunitas yang satu ini memang istimewa. Karena berisikan orang-orang yang saling bersinergi melalui suatu kegiatan berpahala, yaitu Sedekah. Sebuah komunitas yang berkecimpung di dunia sosial melalui kegiatan sedekah. Selain menjadi identitas, nama komunitas ini juga menjadi sebuah penjelasan dari kegiatan yang mereka lakukan. Yaitu mengurus, mengelola, dan menyalurkan sedekah-sedekah harian.

            Untuk memberikan bantuan, pengurus kadang mencari siapa yang harus dan pantas untuk dibantu.Bantuan tidak sekedar diberikan saja, namun dilihat apakah layak atau tidak.

Bila dana kas yang terkumpul tidak mencukupi, koordinator membuka kontak donasi dana khusus untuk target. Biasanya kontak donasi itu disebarkan melalui Media Sosial (Medsos) Face Book (FB) WhatApp (WA). Bagi masyarkat yang tersentuh hatinya untuk membantu, meraka mengirimkan dana melalui rekning. “ Kami juga melakukan open donasi apabila dana tidak cukup,” kata Linda.

            Perempuan yang sehari harinya berprofesi sebagai Guru di SMPN Dusun Air Gemuruh, Kecamatan Bathin III ini berharap anggota komunitas mereka terus bertambah. Dengan jumlah anggota yang banyak tentu banyak pula dana yang dikumpulkan dan nantinya disalurkan kepada yang membutuhkan. ‘’ Kita kan ada grup WA. Setiap laporan keuangan kita share ke anggota melalui grup WA, atau melalui FB juga bisa,” ungkapnya.

            Berbagai cara anggota komunitas S3 ini mengumpulkan uang. Ada yang menyiapkan celengan. Setiap hari mereka sisihkan sedikit rezeki yang diperoleh kedalam tabungan itu. Seperti halnya yang dilakukan Elpatma Hiyarni. Ibu Rumah Tangga yang tinggal di kelurahan Tanjung Gedang, kecamatan Pasar Muara Bungo ini menyisihkan uang Rp 1000 sehari yang dimasukkannya ke dalam celengan yang telah disiapkannya.

             “Nabungnya satu hari seribu rupiah. Saya sudah niatkan dengan uang seribu bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan. Kalau sudah satu bulan, saya serahkan langsung kepada buk Linda yang nantinya disalurkan kepada orang yang membutuhkan. Kemudian saya menabung lagi untuk diserahka bulan berikutnya ,” kata ibu tiga anak ini.(*)

        

 

                       



Tags:


BERITA BERIKUTNYA