Pipa Minyak Pertamina Bocor, Warga Cemas

Senin, 01 Juli 2019 - 06:05:23 WIB - Dibaca: 1475 kali

(Eko Siswono/Jambione.com)

JAMBI - Pipa minyak milik PT Pertamina EP Field Jambi di sumur KAS-220 Kenali Asam Bawah bocor, Sabtu (30/6) malam. Kebocoran yang diduga akibat korosif line (karatan) itu menyebabkan minyak tumpah ke parit dan jalan di lingkungan warga RT 18 Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kotabaru. Warga pun khawatir tumpahan minyak itu membuat lingkungan mereka tercemar.

‘’ Kita takut minyak yang meleleh tersebut jika tidak berhenti akan mengakibatkan pencemaran lingkungan. Apalagi tumpahan minyak itu cukup banyak mengalir di parit dan jalan,’’ kata Erwin Sawirman, Warga RT 18, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Minggu (30/6)

            Memang, lanjut dia, sementara ini, tumpahan minyak itu belum berdampak pada kolam dan sumur warga. Namun, jika tidak cepat diatasi, dia khawatir limbah minyak itu bisa menyebabkan pencemaran dan merusak ekosistem di lingkungan mereka. Dia berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Sebab jika terus berulang akan membuat warga cemas .

            Menurut Erwin, Minggu pagi, tim dari pertamina sudah turun ke lapangan memperbaiki pipa yang bocor tersebut. Namun tumpahan minyak masih tetap keluar dan mengalir di parit dan jalan. "Padahal malam tadi (sabtu malam) kita sudah tutup bersama pertamina. Tapi minggu pagi minyak masih keluar," ujarnya.

            Ketua  RT 18, Kenali Asam Bawah, Situ Wahyudi mengaku mengetahui adanya minyak tumpah akibat bocornya pipa pertamina itu Minggu (30/6) dini hari,  sekitar pukul 04.00 Wib. "Sejak sebelum subuh tim penjaga pos di sini tau dan kita laporkan ke pertamina," ujarnya.

            Menurut dia, sempat terjadi negosiasi dengan  warga. Sebab warga melarang pertamina masuk sebelum tuntutan pembangunan jalan, pemasangan lampu dan perbaikan  pipa dilakukan." Ya kita tidak mau. Tapi akhirnya kita harus mengalah karena kalau tidak di tanggulangi minyak kemana mana,"katanya.

            Lebih lanjut Situ mengatakan, sejumlah warga mengambil minyak yang tumpah tersebut dengan jerigen. Itu dilakukan untuk mengurangi agar tidak melakukan pencemaran air.  " Iya warga sedang mengambil minyak, mungkin bisa digunakan untuk untuk mengoles kayu," ujarnya.

            Sementara itu, Asisten Legal Relation PT Pertamina EP Filed Jambi, Ari Rachmadi mengatakan minyak tumpah diduga karena kebocoran pipa dari luar wilayah RT 18 yang menuju penampungan. "Kemungkinan gitu. Karena kita sudah mematikan sembilan sumur dfi wilayah tersebur. Sumuir tersebut tidak kita operasikan sementara sesuai keinginan warga hingga negosiasi antara warga, pertamina dan pemkot tuntas," katanya.

            Seharusnya, lanjut Ari,  tumpahan minyak tersebut tidak perlu terjadi jika langsung dapat ditangani. Dia beralasan lambanya penanganan kebocoran dan tumpahan minyak itu karena warga tak mengizinkan petugas pertamina masuk wilayah tersebut.. "Kita harus negosiasi sampai satu jam lebih, baru Jam 08.00 Wib bisa masuk," ungkapnya.

            Ari mengatakan, pipa tersebut bocor diduga akibat asam tanah (karatan) dan juga sudah mulai termakan usia. Selain itu, ada kemungkinan pipa tersebut menjadi jalur minyak dari sumur minyak ke penampungan. "Ya gitu jadi kemungkinan ada tekanan, dan ada muaian besi juga. Tekanan minyak di pipa itu tinggi. Sedangkan di penampungan minyak tidak bisa diambil karena di blokir warga," bebernya.

            Menurut Ari, minyak yang keluar dari pipa itu tidak lebih dari satu barel. " Sehari hanya mampu produksi 12 barel dari sumur KAS 220 yang melalui pipa itu,"pungkasnya. (isw)

 

 

 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA