Transparansi Anggaran Kemahasiswaan UNAJA Dipertanyakan

Sabtu, 06 Juli 2019 - 06:04:25 WIB - Dibaca: 1655 kali

()

JAMBIONE, JAMBI  --Meski sudah diskor buntut dari aksi demontrasi Kamis (4/7) lalu, Presiden Mahasiswa UNAJA Hery Ramadani masih tetap melakukan perlawanan dan melakukan konsolidasi dengan mahasiswa lainnya. Mereka mengklaim akan terus berjuang untuk perbaikan kampus UNAJA.

Salah satu yang mereka pertanayakan adalah transparansi keuangan kemahasiswaan yang dinilai janggal. Sejumlah mata anggaran tidak sesuai dengan kegiatan mahasiswa.

Hery mengatakan, kecurigaan itu muncul saat dirinya melakukan pengecekan kegiatan mahasiswa di kampus UNJA, Sabtu (29/6) lalu. "Waktu itu saya cek Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tenis. Ternyata bola tenisnya habis. Ketika itu saya berinisiatif membeli bola dengan uang pribadi," katanya.

Selanjutnya, nota pembelian bola (pakai uang pribadi) tersebut dia klaim ke bagian keuangan. Dia berharap bagian keuangan mencairkan. Namun diluar dugaan, bagian keuangan menyebut anggaran keuangan kemahasiswaan minus. "Saya heran, kok bisa minus,"ujarnya.

Kemudian dia meminta mata laporan penggunaan anggaran kemahasiswaan. Begitu terkejutnya dirinya melihat rincian anggaran tersebut. "Anggarannya besar semua. Tapi tidak sesuai dengan kegiatan mahasiswa," ungkapnya.

Dia juga merasa aneh, karena rekap keuangan tersebut ternyata sama dengan yang pernah  dia minta pada bulan Oktober- November 2018 lalu. "Itu sama persis. Setelah saya pelajari, sama sekali tidak ada perubahan," sebutnya.

Ia juga mempertanyakan tidak adanya penambahan nilai anggaran. Padahal setiap semester, mahasiswa membayar Rp 70 ribu untuk kegiatan mahasiswa. "Aneh memang. Seharusnya, uang yang dibakar mahasiswa setiap semester masuk dalam anggaran tersebut. Kalikan saja, Rp 70 ribu x 400 mahasiswa,’’ katanya.

Terpisah, Badan Pengurus Harian (BPH) UNAJA, Eko Kuswandono saat dikonfirmasi soal transparansian keuangan kemahasiwaan tersebut mengatakan masih dalam proses audit internal. "Masih dalam audit mas. Itu juga tidak bisa dipublikasikan. Karena sifatnya internal,"katanya.

Lalu saat ditanya soal banyaknya keluhan mahasiswa yang tidak mendapat dukungan dari kampus saat mengikuti kegiatan tingkat nasional, Eko juga tidak mau menjelaskan secara rinci. Dia berdalih itu masih dalam klarifikasi. "Kita masih klarifikasi," ujarnya.(isw)

 

 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA