Hujan Es di Kerinci, 1 Rumah Ambruk Warga Sempat Cemas, Berhamburan Keluar Rumah

Rabu, 10 Juli 2019 - 05:37:18 WIB - Dibaca: 1804 kali

()

KERINCI- Sebagian wilayah Kabupaten Kerinci dilanda hujan Es disertai angin kencang, Selasa (9/7) kemarin. Salah satu daerah yang mengalami fenomena alam yang langka itu adalah Desa Pendung Talang Genting (Pentagen), kecamatan Danau Kerinci. Informasi yang diperoleh, fenomena tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.

Awalnya, warga menganggap biasa hujan disertai angin kencang. Namun, saat hujan mengguyur, suaranya sangat keras jatuh ke atap rumah. Warga sempat heboh begitu tahu air yang jatuh ke atap berebetuk butiran batu keputih putihan seperti Es.

Rudi Hartono, salah seorang warga Pentagen mengatakan peristiwa langka itu terjadi sekitar 10 sampai dengan 15 menit. "Ya, saya tahu hujan es setelah saya dengar suara yang cukup keras di atas atap rumah. Seperti terdengar lempari batu. Ketika saya lihat di luar rumah ternyata hujan es,"ungkapnya.
            Menurut Rudi, awal mula hujan datang dari Bukit Siru yang berada di hutan Pentagen. Saat hujan masyarakat terkejut karena suara air yang jatuh cukup keras seperti batu menimpa atap. ‘’ Warga berhamburan keluar rumah melihat butiran es yang berjatuhan di halaman depan rumah dan berserakan di jalankan," jelasnya.
            Dia menyebutkan hujan es tersebut baru pertama terjadi di Pentagen. Peristiwa ini membuat satu unit rumah warga ambruk, karena hujan disertai angin yang sangat kencang.
            Kepala BPBD Kerinci, Darifus, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan kejadian tersebut membuat 1 unit rumah non permanen ambruk. "Memang ada kejadiannya sekira pukul 15.00 Wib tadi sore (kemarin). 1 buah rumah tua ambruk dalam kejadian itu,"katanya.
            Menurut Darifus, fenomena hujan es ini jarang terjadi di kabupaten Kerinci. Sebelumnya pernah terjadi di wilayah Gunung Tujuh Kayu Aro. Lalu, Selasa kemarin terjadi lagi di desa Pentagen, Kecamatan Danau Kerinci. " Hujan Es ini merupakan fenomena cuaca ekstrim yang disebabkan kumpulan awan yang pekat, sehingga menjadi gumpulan es,"pungkasnya. (sau)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA